PEREMPUAN Dayak Siap Berkarya untuk IKN

- Penulis

Selasa, 25 Juni 2024 - 00:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN) Nyelong Inga Semon (memegang bendera) saat mengukuhkan kepengurusan Lembaga Adat Dayak 

tingkat provinsi dan Kabupaten/kota se-Kaltim, di Samarinda, Senin (24/6/2024). [ANTARA/Ahmad Rifandi]

Ketua Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN) Nyelong Inga Semon (memegang bendera) saat mengukuhkan kepengurusan Lembaga Adat Dayak tingkat provinsi dan Kabupaten/kota se-Kaltim, di Samarinda, Senin (24/6/2024). [ANTARA/Ahmad Rifandi]

SuarIndonesia — Ketua Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN) Nyelong Inga Semon menyatakan bahwa pihaknya siap mengambil bagian dalam berkarya untuk Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Lembaga Perempuan Dayak Nasional -LPDN- hadir sebagai wadah pemberdayakan dan katalisator partisipasi perempuan Dayak dalam mewujudkan IKN yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya saat mengukuhkan kepengurusan Lembaga Perempuan Dayak tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Kaltim di Samarinda, Senin (24/62024).

Bagi Nyelong, sebagai etnis asli Kalimantan, perempuan Dayak bersiap untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan IKN.

Berbagai program inovatif diluncurkan pihaknya, seperti pelatihan, magang, dan sekolah lapang, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Ia menuturkan, perempuan Dayak tak hanya siap menjadi bagian dari pembangunan IKN, tetapi juga menjadi penjaga budaya dan kearifan lokal. LPDN adalah jembatan yang menghubungkan perempuan Dayak dengan masa depan yang penuh peluang dan kemajuan.

“Sejak awal, LPDN telah mengantisipasi keterlibatan perempuan Dayak dalam IKN. Kami menyiapkan SDM unggul melalui berbagai pelatihan, seperti pelatihan kepemimpinan, kewirausahaan, dan bahasa Inggris,” ujar Nyelong dikutip dari AntaraNews.

Sekolah Lapang menjadi program unggulan LPDN untuk meningkatkan kualitas produk kerajinan tangan perempuan Dayak. “Contohnya, produksi kerajinan manik-manik harus distandardisasi agar dapat dipasarkan secara global,” jelas Nyelong.

LPDN menyadari kesenjangan yang dihadapi perempuan Dayak dalam mengakses informasi dan peluang ekonomi.

Oleh karena itu, LPDN menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, pengusaha, dan akademisi, untuk membuka akses bagi perempuan Dayak dalam berkreasi.

Baca Juga :   MASYARAKAT Adat Suku Balik Uji Materiil UU IKN ke MK

“Sebagai contoh, ada kapal wisata yang akan digunakan untuk mempromosikan budaya Dayak kepada wisatawan. Kapal wisata ini menjadi platform bagi perempuan Dayak untuk memasarkan produk kerajinan tangan dan seni budaya mereka,” ungkap Nyelong.

Lembaga Perempuan Dayak juga mendorong partisipasi perempuan Dayak dalam pengambilan keputusan terkait IKN. “Kami mendorong perempuan Dayak untuk terlibat dalam forum-forum diskusi dan konsultasi publik,” kata Nyelong.

LPDN juga mendorong perempuan Dayak untuk terlibat dalam berbagai kegiatan budaya, seperti festival, pertunjukan seni, dan edukasi budaya. Pihaknya ingin generasi muda Dayak bangga dengan budaya mereka.

Pemerintah Provinsi Kaltim memberikan dukungan penuh kepada Lembaga Perempuan Dayak dalam menjalankan program-programnya.

Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik menegaskan pentingnya peran perempuan Dayak dalam pembangunan IKN. “Perempuan Dayak memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan IKN,” kata Akmal.

Menurut Akmal, peran LPDN tak hanya terbatas pada pengembangan ekonomi. LPDN juga berkomitmen untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal Dayak.

“Kita harus menunjukkan kepada dunia bahwa Kalimantan Timur memiliki kekayaan budaya yang luar biasa,” kata Akmal. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

INDEKS El Nino Kaltim Capai 3,44 Berintensitas Sangat Kuat
KEMENHUB-KAI Matangkan Kajian Kereta Logistik
PERSOALAN Tapal Batas Kutai Timur-Berau segera Masuk Meja Kemendagri
KASUS TTPU: Rita Widyasari Diperiksa KPK 6 Jam Lebih
WUJUDKAN Swasembada Pangan dan Air Melalui PM-AAS
ORANG UTAN Diselamatkan, Dikembalikan ke Habitatnya
DILAPORKAN KE POLISI Sengketa Warisan dan Sorot Persoalan Administrasi Proses Penerbitan Dokumen
23.556 HA Hutan Konservasi Tahura Bukit Soeharto Dikuasai Ilegal
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:35

OTT BNPB: KPK Tahan Lima Tersangka

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:35

KASUS BERDARAH Tewaskan Seorang Nelayan di Tembus Mantuil Terungkap, Tiga Pelaku Diringkus dan Ini Motifnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:12

GEGER TONGKAT BELATI di Kantor DPRD Kalsel, Seorang Pria Diperiksa Polisi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:24

PRESTASI GEMILANG Diraih Putri Nida Ulhusna, Atlet Multi Talenta Memborong 12 Medali Kejurprov Renang Kalsel 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:54

MENAKAR KEADILAN Ekonomi, Menembus Tembok Monopoli Rantai Pasok PKP2B dan Perusahaan Besar Pertambangan di Kalsel

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:02

DITENGAH BENCANA KARHUTLA, KPK OTT Pejabat BNPB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:57

JUTAAN BATANG Rokok Ilegal Masuk Banjarmasin

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:42

DIBONGKAR Bea Cukai Banjarmasin Peredaran Barang Ilegal Jalur Penerbangan Internasional

Berita Terbaru

Tahanan KPK dalam kasus operasi tangkap tangan di lingkungan BNPB keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2026). (Foto: Antara/Fath Putra M)

Headline

OTT BNPB: KPK Tahan Lima Tersangka

Rabu, 14 Okt 2026 - 19:35

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca