PERDA RAMADHAN Masih Relevan Diberlakukan di Kota Banjarmasin

- Penulis

Jumat, 8 April 2022 - 23:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia — Usai video perdebatan antara pengusaha rumah makan atau depot non-halal dengan aparat Satpol PP Kota Banjarmasin pada Kamis (7/4/2022) kemarin siang viral, akhirnya direspon secara resmi oleh Pemko Banjarmasin.

Dalam jumpa pers yang digelar di lobi gedung Balai Kota, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menegaskan bahwa insiden perdebatan yang terjadi di salah satu rumah makan untuk non-muslim tersebut membuat pihaknya mengumpulkan kembali jajaran yang terkait untuk rapat bersama Satpol-PP, Disbudporapar, FKUB dan para pemuka agama yang ada di Banjarmasin.

“Hasilnya, kami menyepakati ketentuan bahwa ketentuan Perda Ramadan ini masih berlaku dan efektif untuk dilaksanakan, karena itu kami ingin seluruh warga bisa mentaatinya,” ucapnya, Jumat (8/4/2022) siang.

Aturan yang dimaksudnya tersebut ditekankannya kepada pengelola usaha yang bekerja di sektor kuliner. Baik itu dalam bentuk rumah makan, depot, rombong, warung dan jenis lainnya.

“Bahwa dengan kebijakan bersama dalam rapat tadi disepakati boleh buka dari jam 3 sore, mulai pasar wadai ramadhan, cafe restoran untuk menyiapkan berbuka puasa,” ujarnya.

“Tapi sebelum jamnya, diharapkan tutup untuk menghormati orang yang berpuasa,” tambah Ibnu Sina.

Bukan tanpa alasan, Ibnu menilai bahwa Perda nomor 4 tahun 2005 tentang larangan kegiatan selama bulan Ramadhan yang saat ini berlaku di Banjarmasin memang berbeda dengan daerah lain.

“Memang beda. Tapi memang seperti ini kearifan lokal di Banjarmasin,” ungkap Ibnu.

Baca Juga :

AKAN DISIDAK Masakan yang Dijual Selama Ramadan

“Karena berpuluh-puluh tahun Banjarmasin menerapkan aturan ini masih dalam kondisi aman damai walaupun dalam penegakan perda ini terjadi pasang surut. Tapi yang jelas, seluruh warga diharapkan mentaatinya,” sambungnya.

“15 tahun lebih perda ini sudah berlaku, rasanya tidak ada warga Banjarmasin saat ini yang tidak mengetahui tentang perda ini. Karena itu, mari kita sama-sama hormati,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Kota Banjarmasin, Maskur mengakui bahwa pihaknya memang benar menyepakati dan mendukung penerapan perda tersebut selama belum ada perubahan.

“Kami minta bantuan kepada para pemuka agama untuk menyampaikan peraturan ini secara persuasif kepada umatnya. Karena saya yakin apa yang disampaikan oleh pemuka agama ini akan membuat mereka patuh, taat karena akan ada dasar-dasarnya saat menyampaikan,” pungkasnya.

Baca Juga :   TONGKAT KOMANDO Kapolresta Banjarmasin Dipegang Kombes Pol Riza Muttaqin, Begini Komitmen dan Prioritasnya

Lantas, meski dinilai masih relevan untuk diterapkan, apakah Pemko tetap akan membuka ruang untuk merevisi perda ramadhan?

Pasalnya, dalam perjalanannya penerapan perda tersebut tak sedikit hal tersebut menimbulkan gejolak di masyarakat. Seperti yang terjadi kemarin.

Terkait hal itu, Ibnu Sina mengaku pihaknya membuka lebar aspirasi warga jika memang perda tersebut perlu dilakukan revisi atau perbaikan.

“Jika seandainya terdapat hal yang perlu direvisi dan diperbaiki silakan disampaikan ke pemko. Termasuk kepada DPRD Kota Banjarmasin. Karena peraturan ini disahkan melalui rapat paripurna. Kami sangat terbuka menerima masukan,” paparnya.

Ia menjelaskan, anggota DPRD Banjarmasin memiliki kekuatan konstituen sebagai corong atau wadah yang menampung aspirasi masyarakat. Baik itu disampaikan Melalui fraksi atau komisi.

“Mereka akan menyampaikan ke pimpinan dewan untuk merevisinya. Dewan punya hak prakarsa untuk mengajukan perda, di samping yang dilakukan eksekutif atau pemda,” tukasnya.

Di samping itu, Ibnu mengakui, bahwa saat ini pihaknya juga akan mencermati kembali hal yang berkaitan dengan penerpan Perda Ramadhan tersebut.

“Supaya setiap tahun ini-ini saja yang diurus. Tapi pada intinya kita ingin menciptakan suasana yang kondusif di Banjarmasin,” dalihnya.

“Ketika usia perda itu mencapai 5 tahun memang perda itu memang harus dievaluasi. Apakah masih sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, apalagi ini sudah 15 tahun,” katanya

Tapi kalau dinilai masih relevan, ya dipertahankan. Begitu juga sebaliknya. Jika perlu ada yang diperbaiki maka ya akan direvisi pasal-pasalnya.

“Atau misalnya ada desakan untuk dicabut, bisa saja perda ini dicabut. Tapi lihat dulu seperti apa aspirasi masyarakat. Kalau mayoritas masyarakat ingin dipertahankan, maka akan tetap dipertahankan,” tandas Ibnu. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIGANTI, Jabatan Stategis Dirlantas Polda Kalsel
TERASA ISTIMEWA, Kapoda Kalsel Turun “Gatur Lalin” di Titik Strategis Banjarbaru
KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
RIBUAN JEMAAH Padati Kubah pada Peringatan Haul ke-80 Habib Basirih
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 21:32

KAWASAN BEKAS KARHUTLA Kalteng Dipasang Plang

Minggu, 1 November 2026 - 21:10

TODONGKAN PISTOL! Perampok Sikat 13 HP

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:26

KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:01

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Berita Terbaru

Kalsel

DIGANTI, Jabatan Stategis Dirlantas Polda Kalsel

Senin, 2 Nov 2026 - 21:46

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu (1/11/2026). (Antara/M Imam Pramana)

Nasional

LEBIH DARI 100.000 Personel jadi Satgas Karhutla

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:56

Petugas Kemenhut pasang plang di sejumlah wilayah lahan bekas karhutla. (HO-Kemenhut)

Kalteng

KAWASAN BEKAS KARHUTLA Kalteng Dipasang Plang

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:32