Suarindonesia – Sekda Kabupaten Banjar, H Mokhammad Hilman menjelaskan, penyediaan lahan sedang berperoses, diupayakan dalam waktu dekat selesai.
“Pengukuran oleh Badan Pertanahan Kabupaten Banjar sudah dilakukan, kami menunggu hasilnya dalam waktu dekat sehingga mengetahui dengan pasti luas tanah yang harus dibebaskan,” kata Hilman, Rabu (7/8).
Dengan dasar luas tanah dimaksud, sambung pria yang juga Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar ini, maka Tim Penilai (Appraisal) dapat menentukan besaran harga penggantian yang wajar atas tanah yang dibebaskan untuk fasilitas umum tersebut.
Masih dijelaskan Hilman, konsultan Appraisal sudah bekerja tinggal menunggu besaran luasan tanah yang dibebaskan dari pihak Kantor Pertanahan.
“Kami memenuhi prosedur tersebut yang melibatkan pihak luar Pemkab Banjar. Tinggal menunggu hasil kerja Kantor Pertanahan,” ujar Hilman.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kalsel, Roy Rizali Anwar melalui Kabid Bina Marga, M. Yasin Thoyib menyebut agar pekerjaan berjalan sesuai rencana maka pihaknya terpaksa menunda pelaksanaan Jembatan Sungai Lulut.
Sebagai tahap awal, dikerjalan Jembatan Sungai Gardu Satu. “Jembatan Sungai Gardu 1 duluan yang digarap sembari menunggu kesiapan lahan jembatan lainnya,” kata Yasin. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















