SuarIndonesia – Animo masyarakat untuk menukarkan uang pecahan baru sangat luar biasa.
Pada Ramadhan kemarin total penukaran uang yang dilakukan masyarkaat mencapai Rp 2.749 Triliun atau naik 1.5 persen dari Ramadhan tahun lalu yang hanya mencapai Rp 2.710 Triliun.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel Wahyu Pratomo melalui Humas Bank Indonesia Kalsel menginfokan, proyeksi outflow Ramadhan tahun ini sebesar Rp 2.786 miliar dan terealisasi sebesar Rp 2.749 miliar atau sebesar 98.7 persen.
“Kalau dibanding Ramadan tahun lalu ada kenaikan 1.5 persen, ini menunjukkan kalau minat masyarakat untuk menukar uang dengan pecahan baru sangat tinggi selama Ramadhan,” ucapnya.
Sedangkan untuk realisasi kegiatan layanan penukaran uang pada periode Ramadan tahun 2023 juga mengalami kenaikan dibanding Ramadhan tahun lalu.
“Untuk kas keliling bersama perbankan Banjarmasin sebanyak 10 kali, kas keliling bersama perbankan Barabai sebanyak 6 kali dan kas keliling perbankan Kotabaru sebanyak 6 kali,” tambahnya.
Selain itu juga ada kas keliling susur sungai Martapura sebanyak 2. Kali, kas keliling Pasar Ramadhan sebanyak 4 kali, kas keliling Bazaar Banjarbaru sebanyak 2 kali.
Kas Keliling Wholesale Perbankan 1 kali, Kas Keliling Wholesale Instansi : 5 kali,Kas Keliling Retail Pasar 2 kali, Penukaran Drive thru 11 kali.
Penukaran Intern,Penukaran uang rusak dan penukaran kepada BPR, Penarikan Kas Titipan dan Penarikan Bank di loket BI
“Selama periode bulan ramadan kami ikut menyemarakan kegiatan RABBANI buka bersama anak-anak ponpes disertai Edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah dan Non Tunai sebanyak 4 kali,” pungkasnya. (*/SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















