Suarindonesia -Bandar hingga pengedar narkoba, tak peduli terhadap siapapun dan `diracuni’ dengan narkoba jenis sabu yang selama ini mereka edarkan.
Celakanya, dua oknum aparatur Pemerintahan Desa di Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terlibat dan hanya bisa pasrah saat digelandang ke Mapolres setempat.
Pasalnya, keduanya harus mempertanggung jawabkan perbuatannya karena tertangkap anggota Sat Resnarkoba, saat menghisap sabu di rumah pengedar.
Dari keterangan, bersama dua aparatur desa itu, si pengedar juga turut diamankan, pada penangkapan yang dipimpin Kasat Narkoba Polres HSU, Iptu Kamaruddin di sebuah rumah di Desa Tambalang Kecil, RT.03, No 15 Sungai Pandan, HSU, Senin (14/1) sekitar pukul 15.15 WITA.
Mereka diketahui, M Rifani (45), Kepala Desa (Kades) Tambalang Tengah dan Fitri Ariyanto (27), Anggota BPD Desa Sungai Pandan.
Sedangkan Rudi Hariyanto (42), warga Desa Tambalang Kecil sebagai pengedarnya.
Kasat Narkoba Iptu Kamaruddin membenarkan penangkapan ketiga pelaku tersebut berdasarkan info dari masyarakat.
“Ketiga tersangka tak dapat mengelak lagi karena tertangkap tangan, dan mereka juga tak melakukan perlawanan anggota juga langsung melakukan pencarian barang bukti di rumah kejadian,” ujarnya.
Setelah melakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa timbangan dan plastik klip yang disimpan disebuah laci.
Sedangkan sabu ditemukan di kantong celana Rudi yang diduga pengedar.
“Shabu ditemukan di kantong celana sebelah kanan 1 paket yang disimpan dalam kotak rokok dan kantong sebelah kiri 14 paket dalam dompet kecil,” ujarnya.
Barang bukti yang diamankan adalah 15 paket sabu berat total 3,87 gram, sebuah timbangan digital warna hitam, 2 buah sendok terbuat dari sedotan plastik, sebungkus plastik klip, satu pipet kaca yg berisikan sabu, 1 buah kompor dan celana pendek.
Iptu Kamaruddin mengatakan saat penggerebekan si oknum kades dalam kondisi kurang kesadaran dan mengakui bahwa baru saja mengonsumsi narkoba jenis sabu.
Dari informasi warg M Rifani memang sering mengunjungi rumah Rudi tersebut.
“Saat dimintai keterangan di TKP M Rifani memberikan respon yang tak wajar, perkataannya aneh dan seperti kurang sadar” ujarnya. (DO)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















