H. N Fajar Desira
Suarindonesia – Tahun depan direncanakan dibuat kajian rel kereta bandara yang meliputi Banjarmasin, Banjarbaru, dan Banjar. Kajian tersebut untuk mengetahui kelayakan dan jumlah biaya yang diperlukan.
Pemprov Kalsel tetap berharap suntikan dana pemerintah pusat untuk pembangunan rel kereta bandara.
Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Nurul Fajar Desira, pihaknya belum bisa memastikan kapan kajian tersebut rampung.
Kendati demikian ia tetap optimis pemerintah pusat menyetujui usulan pembangunan kereta bandara.
“Usulan nanti dimasukkan dalam konteks pembangunan kawasan Banjarbakula (Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Batola, Tanah Laut). Sudah banyak program Banjarbakula yang terlaksana karena dibantu pusat. Seperti SPAM Regional, TPA Regional, dan BRT,” kata Fajar, belum lama tadi.
Lantas bagaimana dengan rel kereta api ke daerah lainnya?
Fajar menyebut Pemprov Kalsel tetap mencari investor yang bersedia membangun.
“Nilai investasi kereta api di Kalsel Rp24 triliun, ini cukup mahal. Jadi kita dahulukan yang kereta bandara,” bebernya.
Rute kereta api yang akan dibangun, yakni Banjarmasin – Martapura – Rantau – Barabai – Tanjung – Batas Kaltim (Arah IKN). Lalu, Banjarmasin – Pelaihari – Asam-asam – Satui – Pagatan – Batulicin – Kotabaru – Batas Kaltim (Arah IKN). Kemudian, Banjarmasin – Batulicin, Banjarmasin – Batas Kalteng dan rute Kereta Bandara.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















