SuarIndonesia– 10 hektare lahan di Tahura Sultan Adam terbakar, pada Selasa (1/8/2023) malam.
Proses pemadaman cukup lama. Petugas harus berjibaku dengan api dan air sekitar 8 jam, dari pukul 20.00 hingga pukul 02.30 Wita.
“Kami harus turun naik gunung dalam pemadaman api kemarin,” tutur Muhammad Sendy RK, anggota Brigdal Karhutla Dishut Kalsel, Rabu (2/8/2023).
Lahan yang terbakar di atas gunung. Oleh karenan itu, harus bolak-balik ke bawah untuk mengambil air menggunakan pompa punggung.
Pompa punggung yang dimiliki sendiri berkapasitas 25 liter. “Tapi tidak diisi penuh, karena kasihan juga kawan-kawan membawanya terlalu berat dengan turun naik gunung,” ujarnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















