PEKERJA Informal Mengadu ke DPRD Kalsel Terkait Kebijakan Dampak Covid-19

- Penulis

Kamis, 14 Mei 2020 - 16:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Belasan perwakilan dari Forum Komunikasi Pekerja Informal Terdampak Covid-19 di Kalsel mengadukan sulitnya kondisi mereka saat ini kepada DPRD Provinsi.

Terutama terkait bantuan sosial yang belum diterima dan juga banyaknya pekerja informal yang tidak dapat kesempatan untuk kartu Pra-Kerja dari pemerintah pusat.

Dalam pertemuan yang diterima Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, HM Lutfi Saifuddin, para pekerja juga mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam penanganan pandemi di hadapan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi.

Salah satu perwakilan dari Forum Komunikasi Pekerja Informal Terdampak CoVID-19, Muslim mengungkapkan, pihaknya saat ini sangat terdampak, karena tidak mampu lagi bekerja dengan optimal.

“Selama 55 hari kami dirumahkan dan tidak bekerja, tidak ada bantuan sosial yang kami dapatkan,” tutur pria yang berprofesi sebagai penarik ojek online, yang tidak dapat bekerja namun juga tidak mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.

Bahkan salah satu rekannya yang berprofesi sebagai pegiat usaha angkringan, saat ini kesulitan membayar angsuran kredit perbankan yang harus dibayarkan 1 Juni nanti.

Padahal, menurutnya, sebelum pandemi juga kehidupan sudah cukup sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup harian, yang saat ini malah semakin parah karena Covid-19 belum berakhir.

Ia juga mempertanyakan keseriusan pemerintah dan gugus tugas dalam penanganan pandemi yang saat ini menimbulkan dampak sangat besar bagi kehidupan masyarakat.

Terlebih masih adanya Orang Tanpa Gejala (OTG) yang melakukan karantina mandiri yang seharusnya mendapatkan penanganan dari pihak terkait agar tidak menimbulkan masalah baru dan kekhawatiran di masyarakat.

Kalau kondisi ini dibiarkan, ia menilai pandemi yang semakin lama berlangsung secara perlahan akan membunuh para pekerja di sektor informal.

Baca Juga :   KEMARAU MENGGANAS, 23 Kebakaran Lahan Terjadi di Banjarmasin

Apalagi tidak semua kalangan pekerja informal dapat memanfaatkan program kartu Pra-Kerja dari pemerintah pusat karena sulitnya kriteria.

“Ada teman kami yang sehari-hari jadi guru les, mengajukan kartu Pra-Kerja justru tidak dapat karena tidak memenuhi kriteria pemerintah,” ungkap Muslim.

Muslim mengungkapkan, saat ini tidak hanya belasan atau puluhan, namun ribuan pekerja di sektor informal di Kalimantan Selatan yang terdampak dan terancam menjadi orang miskin baru karena pandemi CoVID-19 yang seolah tidak ada akhirnya.

Para pekerja ini tergabung dalam forum berasal dari berbagai pekerjaan, mulai dari penarik ojek online, pengamen, pedagang warung/kios kecil, perias pengantin hingga guru les dan pekerja hotel serta restoran.

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, HM Lutfi Saifuddin langsung meminta koordinasi antara gugus tugas di tingkat provinsi dan kabupaten/kota ditingkatkan agar tidak memunculkan polemik di masyarakat.

Terutama pemerataan bantuan sosial bagi mereka yang terdampak yang saat ini masih banyak dilaporkan belum diterima sepenuhnya.

“Kami telah meminta gugus tugas segera berkoordinasi agar masalah ini dapat diatasi,” kata politisi Gerindra ini. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TRAGEDI Alfamart Gambut, Seorang Pria Ditemukan Tewas
SUARA LEDAKAN dan Membara di Alfamart Km  13 Gambut, Seorang Terduga Pelaku Diamankan
8 OKTOBER, RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Rampung
2027 GAJI PPPK Pemda Resmi Ditanggung Pemerintah Pusat
RUU APBN 2027 Disahkan jadi Undang-Undang
POLISI Telusuri Penyebab Kecelakaan Maut dengan Korban Siswi SMA di Banjarmasin
CECERAN SOLAR di Jalan Antasari Depan RS Sari Mulia Banjarmasin, Sejumlah Pengendara Terjatuh
SEORANG WARGA KALSEL Laporkan Dugaan Ancaman Oknum Polisi, Diapresiasi Respons Divisi Propam Polri

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 00:19

KARHUTLA di Kalteng 12 Perkara Libatkan Korporasi, 38 Jadi Tersangka

Sabtu, 26 September 2026 - 22:07

KABUT ASAP di Kalteng, Evakuasi Korban KM Virgo Terpaksa Jalur Darat

Jumat, 25 September 2026 - 22:17

3 KURIR Narkoba Tertangkap Bawa 16,3 Kg Sabu dari Kalbar ke Palangka Raya

Jumat, 25 September 2026 - 22:05

DITANGKAP Usai Bakar Rumput Halaman Rumah

Jumat, 25 September 2026 - 21:53

KMT ELISABET TENGGELAM: 5 Awak Hilang Telah Teridentifikasi

Jumat, 25 September 2026 - 21:47

HARI KE-13: 10 Korban KM Virgo Transport 8 Ditemukan, Lima di Kalteng

Jumat, 25 September 2026 - 18:12

TELAH DITEMUKAN 160 Korban KM Virgo Transport-8 dan 52 Meninggal Dunia

Kamis, 24 September 2026 - 22:40

195 SUMUR BOR Hadapi Karhutla dan Kekeringan

Berita Terbaru

Headline

TRAGEDI Alfamart Gambut, Seorang Pria Ditemukan Tewas

Rabu, 30 Sep 2026 - 14:06

Ketua Umum Perempuan Aman Devi Anggraini (kiri), Dewan Pakar Perempuan Aman Arimbi Heroepoetri (kedua kiri), Dewan Nasional Perempuan Aman dari Kalimantan Isnah Ayunda (ketiga kiri), dan Pengurus Harian Komunitas Perempuan Aman Sawesuma Novilla Maria Aru (kedua kanan) dalam media gathering Temunas IV Perempuan Aman, di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Foto: Antara/Anita Permata D)

Nasional

PEREMPUAN ADAT Masih Didiskriminasi dan Diabaikan

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:09

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca