Suarindonesia – PDAM Bandarmasih kinerja dari laporan keuangan untuk tahun buku 2018 kembali meraih predikat terbaik dengan opini ‘Wajar Tanpa Pengecualian’ (WTP). Keberhasilan tersebut menjadikan prestasi 8 tahun berturut-turut bahwa perusahaan pabrik air milik Pemko Banjarmasin menunjukan kinerja yang sangat baik.
Bahkan dari hasil neraca keuangan PDAM Bandarmasih 2018, bisa dibanggakan. Sebab laba bersih perusahaan penyedia air bersih itu mengalami peningkatan dibandingkan neraca tahun 2017.
“Sebelumnya laba bersih 2017 hanya Rp 13,6 miliar, sementara laba 2018 mencapai Rp 22,5 miliar,” ucap Direktur Utama PDAM Bandarmasih Yudha Ahmadi kepada awak media, di kantornya Jalan A Yani Km2,5 Banjarmasin, Rabu (10/07/2019).
Didampingi Sekretaris PDAM Bandarmasih H Hermansyah, Senior Manager Ir H Endang Waryono juga Ir H Sudrazat dan Humas PDAM Bandarmasih, Yudha menyebutkan, ekuitas di antara penyertaan pemerintah Rp170 miliar dan penyertaan pusat YBDS Rp94 miliar.
Begitu juga tingkat kesehatan PDAM yang dinilai berdasarkan BPPSPM mendapatkan nilai 3.66 dan tergolong sehat dibandingkan tahun lalu terdapat kenaikan nilai kesehatan sebesar 0.01 yang berasal dari 3.65 menjadi 3.66. Hal ini disebabkan kenaikan aspek keuangan sebesar 0.05 yakni adalah peningkatan Return On Equity (ROE), namun diikuti aspek adminitrasi atas biaya resiko biaya diklat terhadap pegawai.
Khusus predikat yang diraih untuk ke-8 kalinya tersebut didapat setelah menunggu kurang lebih satu bulan pemeriksaan tim audit dari Kantor Akuntan Publik (KAP) dengan sistem standar akuntan keuangan entitas tanpa akuntabilitas publik (SAK-ETAP) atau evaluasi kinerja oleh BPKP.
“Berdasarkan laporan dari KAP, PDAM Bandarmasih mengalami peningkatan poin untuk tahun 2018 dibandingkan tahun 2017, kalau tahun 2017 cuma 64.00 dan 2018 menjadi 67.10 naik 3 poin,” kata Yudha Ahmadi, dalam siaran persnya, di kantor pusat PDAM Bandarmasih, Rabu (10/7).
Ia mengatakan, untuk evaluasi kinerja oleh BPKP Prop Kalsel berdasarkan Kepmendagri No 47tahun 1999 dengan baik,sedangkan berdasarkan BPPSPAM dinyatakan sehat. Yudha makin percaya diri atas kinerja PDAM Bandarmasih, dan optimis perusahaan yang dipimpinnya itu mampu menambah nilai laba murni di tahun berikutnya. “Untuk tahun ini (2018) ditargetkan Rp 22 miliar,” katanya.
Yudha juga menambahkan empat aspek dalam audit indikator kinerja tahun 2018 yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih melalui dua landasan hukum yakni Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) dan Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) terdapat 2 aspek yang tidak mengalami kenaikan.
Sedangkan dua aspek lainnya tersebut adalah aspek pelayanan dan administrasi yang tidak mengalami kenaikan, bahkan terjadi penurunan pada aspek administrasi yang diaudit per tanggal 31 Desember 2017 hingga 31 Desember 2018 yang lalu.
Menurut Yudha, dua aspek yang tidak terjadi kenaikan tersebut bukan serta merta akibat dari kurangnya kinerja dari sepanjang tahun 2018. Melainkan terkait syarat yang harus dipenuhi dari tim penilai yang cukup tinggi dari Konsultan Akuntan Publik (KAP) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan.
“Aspek pelayanan berada pada angka 1,10 dan sama dengan tahun lalu, ini disebabkan ring dari tim penilai sangat tinggi yang mensyaratkan air harus naik ke atas dari kran setinggi 7 meter,” terang Yudha.
“Syarat dari tim penilai terkait aspek administrasi ini harus memiliki corporate plan dan strategy plan terstruktur minimal 5 tahunan dan kita saat penilaian masih membentuk itu,” ungkap Yudha.
Ia mengungkapkan di Banjarmasin sendiri pelayanan air bersih PDAM Bandarmasih sudah mencapai batas naik air setinggi 4 meter.
“Ke depannya akan kita perbaiki melalui pembenahan dan rehabilitasi pipa agar mencapai 7 meter,” ucapnya.
Lebih lanjut Yudha mengatakan corporate plan dan strategy plan sudah dalam tahap finishing dan akan ditargetkan selesai maksimal hingga akhir tahun mendatang. Ia optimis tahun 2019 ketika audit corporate plan dan strategy plan 5 tahunan tersebut sudah bisa digunakan.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















