PANGERAN Khairul Saleh: “Liburkan Sekolah Harus Disertai Penutupan Fasilitas Bermain Anak”

PANGERAN Khairul Saleh: “Liburkan Sekolah Harus Disertai Penutupan Fasilitas Bermain Anak”

SuarIndonesia – Menyusul kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang meliburkan sekolah kegiatan belajar mengajar secara nasional selama 14 hari mulai Senin (16/3), Anggota Komisi III DPR-RI Pangeran Khairul Saleh sependapat.

Namun dia mengingatkan kebijakan harus disertai syarat pemerintah juga harus konsisten menutup semua wahana atau fasilitas bermain anak di semua tempat di seluruh Indonesia, baik itu milik pemerintah maupun milik swasta, seperti yanf ada di mal-mal atau pusat perbelanjaan, serta tempat bermain umum.

“Jika pemerintah tidak konsisten maka pencegahan ini tidak efektif karena penggerumunan massa akan tetap terjadi di tempat-tempat umum atau tempat hiburan. Sehingga peliburan nasional ini kurang tepat karena tanpa disadari bisa menjadi upaya pembodohan siswa,” tandasnya kepada SuarIndonesia.com Senin (16/3).

Pangeran yang berasal dari Fraksi PAN ini berharap pemerintah pusat dan daerah sampai ke tingkat RT dan RW bertindak cepat untuk mengantisipasi pengalihan penggerumunan massa ini.

Dalam upaya mencegah penyebaran virus Covid-19 ini, lanjut Pangeran, hendaknya pemerintah bijaksana dan bersinergi dengan mempertimbangkan pengaruh positif negatif secara sosial kemasyarakatan, keagamaan, pendidikan, pertumbuhan ekonomi, dan lainnya.

Selain itu, mantan Bupati Banjar dua periode ini meminta pemerintah dalam hal ini kementerian komunikasi & informatika hendaknya mengawasi lebih ketat pengguna medsos dalam penyebaran informasi Hoax tentang Covid-19.

“Kementerian komunikasi informatika dan kementerian kesehatan hendaknya lebih gencar mensupport menyebaran informasi upaya-upaya menghindari dan penyembuhan yang bisa dilakukan masyarakat secara mandiri di rumahnya,” pinta Pangeran.

Pangeran mengimbau kepada pemerintah dan organisasi keagamaan seperti MUI, Dewan Gereja Indonesia dan lain lain yang terkait hendaknya lebih gencar lagi mensosialisasikan bahwa virus COPID-19 bukan untuk ditakuti tetapi sebatas kewaspadaan.

“Karena virus ini adalah makhluk ciptaan Tuhan, dan wabah Corona ini hendaknya menyadarkan masyarakat untuk lebih dekat kepada Tuhan Sang Pencipta dan jangan sampai mengurangi atau melarang kegiatan peribadatan umat beragama. Apalagi sampai tempat ibadah, seperti mesjid, gereja atau vihara kosong. Jangan sampai tertanam di masyarakat lebih takut kepada corona dari pada takut kepada Tuhan,” tandas Pangeran.(RA)

 910 total views,  2 views today

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: