PAKAR SEBUT, Banjarmasin Sedang Tak Baik-baik Saja

- Penulis

Senin, 26 Juli 2021 - 21:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Diterapkannya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Banjarmasin membuat Tim Pakar Covid-19 angkat bicara.

Sebelumnya, terhitung mulai 26 Juli 2021 Pemko Banjarmasin resmi menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 440/02/-P2P/Diskes, tentang penetapan PPKM Level 4 di Kota Banjarmasin dan pengetatan beberapa sektor. Sebagai tindak lanjut Inmendagri Nomor 23 Tahun 2021.

Anggota Tim Pakar Covid-19 di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hidayatullah Muttaqin menekankan agar pelaksanaan kebijakan tersebut tidak terkesan sia-sia.

Karena itu, ia berharap, Pemko Banjarmasin mesti belajar dari pembatasan yang dilakukan sebelumnya.

Pasalnya, ia menilai PPKM Level 4 inj merujuk pada situasi pandemi Covid-19 yang tidak terkendali. Artinya, penularan virus di masyarakat sangat tinggi, di tengah kapasitas respon sistem kesehatan di daerah yang terbatas.

Itu seiring dengan data asesmen Kemenkes RI, sejak tanggal 9 Juli. Yang menyebut bahwa Kota Banjarmasin sudah berada di level 4.

Jadi menurutnya, pemerintah jangan merasa bahwa Kota Banjarmasin baik-baik saja. Apalagi kaget lantaran status Kota Banjarmasin yang semula berada di level 2 justru meloncat naik ke level 4.

“Karena sejak awal, pemerintah sudah membuat kebijakan keliru. Sehingga kondisi penularan Covid-19 di masyarakat menjadi sangat parah. Yang imbasnya seperti banyaknya pasien yang antre masuk rumah sakit, hingga persediaan oksigen menjadi terbatas,” kritiknya.

Adapun yang perlu diingat pemerintah, PPKM Level 4 bertujuan menurunkan transmisi virus ke kondisi yang lebih rendah dan meningkatkan kapasitas respon sistem kesehatan.

Untuk itu, sebagai solusi, Muttaqin menekankan agar pemerintah melakukan penanganan di hulu dan di hilir.

Untuk penanganan di hilir, yakni meningkatkan kapasitas respon terhadap lonjakan kasus. Seperti misalnya menaikkan ketersediaan tempat tidur untuk pasien khusus Covid-19.

Baik untuk isolasi maupun di rumah sakit. Kemudian, mempersiapkan tambahan SDM dan tenaga kesehatan, karena kebutuhan layanan semakin tinggi.

“Disusul dengan mengatasi bagaimana keterbatasan stok obat-obatan, vitamin, oksigen dan sarana pendukung lainnya,” sarannya.

Sedangkan upaya penanganan di hulu. Pemerintah perlu menekan laju penularan Covid-19 di tengah masyarakat. Alasannya, apabila penularan tidak bisa diturunkan, rumah sakit dan fasilitas kesehatan akan kesulitan dan bisa kolaps.

Seperti diketahui. Di rumah sakit yang ada di Kota Banjarmasin, rata-rata per pekan dari per 100 ribu penduduk setidaknya ada 65 pasien yang dirawat.

Baca Juga :   POKDARWIS di Balangan Diberi Pelatihan dan Simulasi Rescue

Hal itu menurutnya juga perlu diturunkan hingga mencapai di bawah 30 pasien per 100 ribu penduduk.

“Target idealnya di bawah 5 pasien,” tukasnya.

Saat ditanya terkait cara menurunkan kasus, Muttaqin menyebut, hal itu bisa dimulai dengan menekan tingkat penularan di masyarakat. Yakni melalui sejumlah pembatasan mobilitas masyarakat.

Penekanan, harus ditekan di bawah 50 kasus per 100 ribu penduduk per pekannya. Atau idealnya harus berada di bawah 20 kasus.

“Saat ini ada 140 kasus per pekan per 100 ribu penduduk di Kota Banjarmasin,” bebernya.

Di sisi lain. Ia mengapresiasi jumlah testing yang sudah bagus, alias melebihi standar minimal 1 orang per 1.000 penduduk per pekan.

Sayangnya, bila melihat tingkat positivitas sangat tinggi, artinya testing yang ada masih belum cukup. Alias perlu ditambah.

Muttaqin mencontohkan. Per 23 Juli, tingkat positivitas hasil pemeriksaan Covid-19 Kota Banjarmasin ada di level 40 persen. Artinya, rata-rata dari setiap 100 orang yang diperiksa, 40 orang di antaranya positif Covid-19.

“Pandemi, baru dikatakan terkendali jika tingkat positivitasnya berada di 5 persen ke bawah,” tambahnya.

Kemudian. Kenaikan testing juga harus disertai dengan semakin baiknya tracing atau pelacakan. Sayangnya, Muttaqin menilai bahwa tracing di Kota Banjarmasin masih sangat rendah. Mendekati nol.

“Data terakhir rasio kontak per pekan pada 23 Juli di Kota Banjarmasin hanya mencapai 0,11. Artinya dari rata-rata setiap orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, pelacakannya nihil. Alias hanya duduk menunggu warga melapor untuk dites,” kritiknya.

“Tracing memadai menurut standar WHO, jika rasio kontak eratnya 15 orang ke atas dari setiap 1 pasien,” tegasnya.

Lebih jauh, Muttaqin berharap pemko bisa mempersiapkan dan melaksanakan aturan PPKM Level 4 sebaik-baiknya. Supaya tingkat penularan virus di masyarakat bisa menurun.

“Persiapkan pula strategi untuk mengatasi dampak sosial ekonomi akibat pelaksanaan PPKM Level 4,” tuntasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker
OPERASI PATUH INTAN 2026 Polresta Banjarmasin Kerahkan 85 Personel, ETLE Dioptimalkan
SERATUS PERSONEL BKO Perkuat Penanganan Karhutla di Kalsel, Diterima Kapolda

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca