Suarindonesia – Jasad orok perempuan yang dimasukan dalam kresek warna hitam dan ditemukan karuan temuan itu m,embuat warga sekitar Teluk Kelayan RT 03 Samping Mushalla Riyadhatul Muttaqin Banjarmasin Selatan, heboh.
Ketika itu, seorang pemulung yang menemukan orok berjenis kelamin perempuan tersebut mengapung di tepi Sungai Martapura, Teluk Kelayan.
Pertama kali ditemukan oleh pemulung saat mencari sampah daur ulang di kawasan tersebut.
Kemudian dikabarkan kepada warga. Spontan warga berdatangan untuk melihat bayi yang dibuang ini, Rabu (16/1) pagi, sekitar pukul 08.30 WITA.
Marjuki (42), warga sekitar mengatakan, mengetahui ada orok lengkap dengan ari-arinya tersebut dari seorang pemulung.
Ia langsung melaporkan ke warga lainnya untuk mengecek soal temuan tersebut. Warga pun bersama-sama mengecek soal temuan tersebut.
Kemudian warga melaporkan soal temuan tersebut ke Mapolsekta Banjarmasin Selatan serta ke Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polresta Banjarmasin.
Sejumlah anggota dari Polsekta Banjarmasin Selatan, anggota Sat Polairud Polresta Banjarmasin, Tim Inafis Polresta dan anggota Dokkes Polresta Banjarmasin datang ke lokasi.
Dan langsung melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan cara mengumpulkan para saksi serta melakukan pemeriksaan kalau ada kekerasan di tubuh bayi tersebut.
Lalu dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin untuk dilakukan otopsi.
Anggota Kabid Dokkes Polda Kalsel Iptu Supriyadi mengungkapkan, hasil pemeriksaan luar bayi itu berukuran panjang 38 cm, jenis kelamin perempuan, berat badan 1,321 kg dan panjang rambut 1 cm. “Sedangkan pemeriksaan dalam menemukan memar tempurung kepala,” imbuhnya.
Kesimpulan sementara, kata dia, mayat orok perempuan ini cukup bulan untuk dilahirkan dengan berumur 8-9 bulan di dalam kandungan.
Dan kematiannya disebabkan oleh adanya trauma atau pendarahan di kepala akibat kekerasan benda tumpul.
Dari pemeriksaan tersebut, diperkirakan kematian bayi itu 24-48 jam sebelum otopsi.
Sementara Kasat Polairud Polresta Banjarmasin Kompol Windy Saputra menyatakan akan terus dalami kasus tersebut, untuk mengungkap pelaku yang telah tega membuang orok tanpa dosa ini. (DO)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















