Orok Dalam Kresek, Inilah Penyebab Awalnya

- Penulis

Kamis, 17 Januari 2019 - 01:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia –  Jasad orok perempuan yang dimasukan dalam kresek warna hitam dan ditemukan karuan temuan itu m,embuat warga sekitar Teluk Kelayan RT 03 Samping Mushalla Riyadhatul Muttaqin Banjarmasin Selatan, heboh.

Ketika itu, seorang pemulung yang menemukan orok berjenis kelamin perempuan tersebut mengapung di tepi Sungai Martapura, Teluk Kelayan.

Pertama kali ditemukan oleh pemulung saat mencari sampah daur ulang di kawasan tersebut.

Kemudian dikabarkan kepada warga. Spontan warga berdatangan untuk melihat bayi yang dibuang ini, Rabu (16/1) pagi, sekitar pukul 08.30 WITA.

Marjuki (42), warga sekitar mengatakan, mengetahui ada orok lengkap dengan ari-arinya tersebut dari seorang pemulung.

Ia  langsung melaporkan ke warga lainnya untuk mengecek soal temuan tersebut. Warga pun bersama-sama mengecek soal temuan  tersebut.

Kemudian warga melaporkan soal temuan tersebut ke Mapolsekta Banjarmasin Selatan serta ke Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polresta Banjarmasin.

Sejumlah anggota dari Polsekta Banjarmasin Selatan, anggota Sat Polairud Polresta Banjarmasin, Tim Inafis Polresta dan anggota Dokkes Polresta Banjarmasin datang ke lokasi.

Dan langsung melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan cara mengumpulkan para saksi serta melakukan pemeriksaan kalau ada kekerasan di tubuh bayi tersebut.

Baca Juga :   APRESIASI Kinerja Polda, Siap Dukung Program Kamtibmas

Lalu dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin untuk dilakukan otopsi.

Anggota Kabid Dokkes Polda Kalsel Iptu Supriyadi mengungkapkan, hasil pemeriksaan luar bayi itu berukuran panjang 38 cm, jenis kelamin perempuan, berat badan 1,321 kg dan panjang rambut 1 cm. “Sedangkan pemeriksaan dalam menemukan memar tempurung kepala,” imbuhnya.
Kesimpulan sementara, kata dia, mayat orok perempuan ini cukup bulan untuk dilahirkan dengan berumur 8-9 bulan di dalam kandungan.

Dan kematiannya disebabkan oleh adanya trauma atau pendarahan di kepala akibat kekerasan benda tumpul.

Dari pemeriksaan tersebut, diperkirakan kematian bayi itu 24-48 jam sebelum otopsi.

Sementara Kasat Polairud Polresta Banjarmasin Kompol Windy Saputra menyatakan akan terus dalami kasus tersebut, untuk mengungkap pelaku yang telah tega membuang orok tanpa dosa ini. (DO)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WUJUD KEPEDULIAN Jajaran Polresta Banjarmasin Sambangi Rumah Duka Anggota Relawan BPK KTC
DUA Wanita Tarakan Selundupkan 35 Bungkus Narkoba Pakai Cokelat
OIKN: Diduga Ada Unsur Kesengajaan dalam Kebakaran di Bukit Tengkorak
POLRI Tetapkan 138 Tersangka Karhutla
SEHARI PENCARIAN, Jasad Anak yang Tenggelam Ditemukan
SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng
DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan
PERKUAT SINERGI Pengawasan dan Pelayanan Publik Dilaksanakan DPRD Kalsel dan Kalteng

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 22:59

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 September 2026 - 21:45

SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Senin, 7 September 2026 - 13:13

DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan

Senin, 7 September 2026 - 13:12

PERKUAT SINERGI Pengawasan dan Pelayanan Publik Dilaksanakan DPRD Kalsel dan Kalteng

Minggu, 6 September 2026 - 20:36

KARHUTLA KALTENG: 24 Orang Jadi Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki

Jumat, 4 September 2026 - 22:08

BUSA SABUN Jadi Senjata Lawan Karhutla

Jumat, 4 September 2026 - 21:44

BARA API di Lahan Gambut Dicari Pakai Drone Thermal

Jumat, 4 September 2026 - 20:50

SATGAS ‘Pemburu Api’ Dikerahkan, Cegah Api Karhutla Meluas

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: HO-Setpres)

Kalbar

SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar

Senin, 7 Sep 2026 - 23:11

Hujan mengguyur sejumlah wilayah di Kotim, warga harap kabut asap cepat reda. (Foto: Istimewa)

Kalteng

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 Sep 2026 - 22:59

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca