SuarIndonesia – Napak tilas mengenang 54 gugurnya Pahlawan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera), Hasanuddin bin Haji Madjedi dan Perjuangan Eksponen 66, Sabtu (15/2/2020).
Ratusan mahasiswa ULM dari berbagai jurusan ikut serta.
Bahkan, mereka berorasi tentang kisah sejarah perjuangan, kegigihan dan keberanian Hasanuddin HM menggelorakan suara rakyat menentang ketidakadilan bagi rakyat.
Dari itu pula Rektor ULM, Sutarto Hadi, merencanakan akan membangun monumennya.
Sementara Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, mengapresiasi peringatan gugurnya pahlawan Ampera yang lahir di tahun 1945 ini.
Napak tilas digelorakan Pengurus dan Keluarga Besar Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Selain itu, juga tabur bunga di lokasi tertembaknya Hasanuddin HM yaitu di Jalan Pangeran Samudera, Banjarmasin, menjadi puncak prosesi tapak tilas ini.
Kilas perjuangan Hasanuddin HM, tepat di depan Toko Roti Minseng Jalan Pangeran Samudera, lokasi gugurnya sang Pahlawan Ampera, dan penaburan bunga dilakukan Ketua IKA ULM, HG (P) Rusdi Effendi AR, diikuti pengurus dan Keluarga Besar IKA ULM.
Hasanuddin HM dikenal sebagai salah satu tokoh dalam aksi protes masif gerakan mahasiswa di Banjarmasin yang menyuarakan Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura).
Sebelumnya, rombongan juga ikut dalam perjalanan tapak tilas mengikuti rute perjalanan Hasanuddin HM.
Seperti dari eks lokasi Kampus ULM di Jalan Lambung Mangkurat, menuju Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Kapten Piere Tendean, Jembatan Dewi, hingga akhirnya tiba di Jalan Pangeran Samudera.
“Iya ULM bersama IKA ULM akan merealisasikan pembangunan monumen Hasanuddin HM dan Rektor Pertama ULM, Brigjend Hasan Basri, di Kampus ULM di Jalan Hasan Basri, Kayutangi, Banjarmasin,” kata Rusdi Effendi.
Sementara Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, peringatakn ini sangat penting.
“Diusia semuda itu beliau memperjuangkan suara rakyat.
Sikap ini harus dijadikan teladan bagi kita semua,” ujar gubernur yang akrab disapa Paman Birin.
Menurutnya, konsistensi dalam memperjuangkan Tritura yang dilakoni Hasanuddin HM merupakan hal penting tidak bisa dihapuskan dari sejarah Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel, bahkan Indonesia sekalipun.
“Karena itu, hendaknya bukan hanya sekadar peringatan. Tapi dikaji dan dipelajari,” ujarnya lagi.
Ditegaskan gubernur, masyarakat Kalsel memang dikenal sebagai rakyat pejuang.
Buktinya, dari 13 kabupaten/kota yang ada di Kalsel, rata-rata memiliki Makam Pahlawan, tempat peristirahatan terakhir para pahlawan dan pejuang Banua.
Karena itu berharap semangat, keberanian dan kegigihan Pahlawan Ampera, Hasanuddin HM, bisa diwarisi dan diteladani generasi saat ini agar dapat memacu untuk bergerak lebih cepat menuju kesejahteraan.
Sementara Rektor Universitan Lambung Mangkurat Prof H Sutarto Hadi, mengungkapkan rencana pembangunan monumen Hasanuddin HM merupakan gagasan dari Ketua IKA ULM, H Gusti Rusdi Effendi AR.
“Bentuknya nanti bukan patung. Tapi biorama, ada taman dan foto-foto Hasanuddin HM dan Hasan Basri,” ujar Sutarto. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















