SuarIndonesia – Pada 2020, IKLH Kalsel berada di angka 68,43. Kemudian, pada tahun 2021 berdasarkan hasil perhitungan aplikasi IKLH yang dikembangkan oleh Dirjen KLHK RI, IKLH Kalsel naik sebanyak 2,6 poin atau berad di angka 71,03.
“Nilai ini mendapatkan predikat baik, di mana selama beberapa tahun sebelumnya IKLH Kalswl hanya mendapat predikat sedang,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, di sela Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Lingkungan Hidup se-Kalsel tahun 2022, di Banjarbaru, Selasa (15/3/2022).
Sumbangan kenaikan IKLH berasal dari komponen indeks Tutupan Lahan sebesar 1,65 poin, yang menyebabkan kenaikan nilai dari 48,48 di tahun 2020 menjadi 50,48 di tahun 2021 dengan komponen Indeks Kualitas Ekosistem Gambut (IKEG) nilai Indeks Kualitas Lahan menjadi 50,26.
Begitu pula dengan indeks kualitas udara (IKU) dan indek kualitas air (IKA) laut turut mempengaruhi kenaikan IKLH secara keseluruhan.
“Komponen IKU meningkat 0,22 point dari 88,93 di tahun 2020 menjadi 89,15 di tahun 2021. Demikian juga IKA laut mengalami peningkatan 24,78 poin dari 51,67 di tahun 2020 menjadi 76,45 di tahun 2021,” kata Hanifah
Kendati mengami peningkatan sesuai target yang dipatok, Hanifah menyebut masih terdapat komponen IKLH yang belum mencapai target.
Salah satu komponen IKLH yang belum mencapai target adalah IKA yang masih dalam kategori kurang baik dengan nilai 54,74.
“Hal ini perlu pencermatan dan tindakan perbaikan bersama provinsi dan kabupaten/kota terhadap hal-hal yang menyebabkan nilai IKA provinsi yang masih dalam kategori kurang baik tersebut,” bebernya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















