Suarindonesia – Kelangkaan stok minyak goreng pada bulan Ramadan menjadi perhatian pemerintah dan sedikit membuat waswas.
Pasalnya, kondisi saat ini stok minyak goreng di ritel modern dan pasat tradisional minim.
Kelangkaan minyak goreng disinyalir beberapa faktor diantaranya ada temuan penimbunan oleh perusahaan besar yang kini dalam penyelidikan kepolisian.
Tak hanya peristiwa penimbunan, kecurangan di tingkat distributor juga menjadi penyebab minyak goreng langka, dan terkahir panic buying masyarakat turut menjadi penyebab.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani mengungkapkan bahwa di tengah kelangkaan stok minyak goreng Kalsel mendapatkan kucuran distribusi sekitar 1.700 ribu ton untuk bulan Februari.
Padahal, kebutuhan minyak goreng normal di Kalsel sekitar 3.600 ton.
“Jumlah itu masih kurang, wajar kan di pasaran terjadi selalu kurang,” ucapnya Jumat (25/2/2022).
Hal inilah yang membuat Dinas Perdagangan Kalsel waswas untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng saat bulan puasa.
Terlebih lagi, kebutuhan dan permintaan bahan pokok meningkat dipastikan meningkatkan Ramadan nanti.
“Was-was, tapi pemerintah pusat sudah berupaya mengantisipasi,” ucapnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















