MULAI KOSONG Pengungsian Korban Banjir di Kalsel

- Penulis

Minggu, 31 Januari 2021 - 21:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto petugas bersih-bersih di Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah

SuarIndonesia – Sebagian tempat pengungsian akibat banjir di Kalsel mulai kosong, sebab pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing.

Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah, menjelaskan kondisi di Hulusungai Utara dan Balangan berjalan normal kembali. Kondisi terkini hanya tersisa genangan air.

“Di Hulu Sungai Tengah (HST) ketinggian air sudah berkurang, tersisa genangan saja. Yang masih menjadi perhatian di Kecamatan Hatakan dan Batubenawa,” ujarnya, Minggu (31/1/2021).

Dikatakan Firmansyah pengungsian sudah nihil karena pengungsi kembali ke rumah masing-masing. Disebutkan Firmansyah terkait kebutuhan sembako di HST juga sudah mai stabil.

“Yang masih terisolasi di Desa Datarajab dan Desa Haruyan Dayak. Terdapat titik longsor di kawasan tersebut. Saat ini sedangkan dilakukan pembersihan,” bebernya.

Disebutkannya untuk daerah Hulusungai Selatan dan Tapin tidak menemui kendala lagi terkait banjir, sedangkan di Baritokuala ketinggian air bervariasi. Ketinggian air di Jejangkit antara 15 sampai 80 centimeter, Mandastana antara 10 sampai 75 centimeter, dan Rantaubadauh antara 20-50 centimeter.

Baca Juga :   NEKAT ! PEDAGANG PENTOL Gagahi Cewek Penjaga Toko di Banjarmasin

“Pengungsi di Batola masih banyak dan dapur umum masih berfungsi. Permasalahan saat ini di Mandastana sembako tersedia tapi LPG langka. Jejangkit LPG tidak ada, Alalak LPG naik, dan di Rantaubadauh kelangkaan tidak ada namun kehidupan belum sepenuhnya normal,” ucapnya.

Ditambahkan Firmansyah untuk daerah Banjar masih ditemukan ketinggian air mencapai 70 centimeter yaitu di Seitabuk. Daerah lainnya di Martapura Barat dan Timur ketinggian air paling tinggi 40 centimeter.

“Pengungsi masih tersebar di 31 tempat. Kebutihan sembako tersedia, LPG mulai langka, dan harga sayur mahal. Untuk Banjarmasin kondisi mulai normal,” bebernya.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

1.000 BOUGENVILLE Lindungi Ekologis Kota Banjarmasin
RAKOR KARHUTLA, Polda Kalsel Kenalkan Inovasi Cairan Pemadam dan Kolam Portable untuk Lahan Gambut
PEDULI Krisis Air Bersih, Polsek Banjarmasin Timur Salurkan Bantuan untuk Warga Banua Anyar
WARGA Sambut Antusias Hujan di Sebagian Wilayah Pontianak
KARHUTLA Kalsel Capai 12.339 Hektare
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
PERKUAT SINERGI Media Lewat Media Gathering, Begini Penekanan Direktur Operasional Bank Kalsel
DUGAAN SUAP Pajak PT Adaro di KPP Madya Banjarmasin

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:31

1.000 BOUGENVILLE Lindungi Ekologis Kota Banjarmasin

Jumat, 4 September 2026 - 22:12

RAKOR KARHUTLA, Polda Kalsel Kenalkan Inovasi Cairan Pemadam dan Kolam Portable untuk Lahan Gambut

Jumat, 4 September 2026 - 20:16

WARGA Sambut Antusias Hujan di Sebagian Wilayah Pontianak

Jumat, 4 September 2026 - 20:06

KARHUTLA Kalsel Capai 12.339 Hektare

Jumat, 4 September 2026 - 19:55

BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang

Jumat, 4 September 2026 - 00:54

PERKUAT SINERGI Media Lewat Media Gathering, Begini Penekanan Direktur Operasional Bank Kalsel

Jumat, 4 September 2026 - 00:41

DUGAAN SUAP Pajak PT Adaro di KPP Madya Banjarmasin

Jumat, 4 September 2026 - 00:32

KENDALA Penanganan Karhutla di Batola Digali Pasis Sesko TNI

Berita Terbaru

Uji coba cairan Shabodama inovasi UPR untuk tangani karhutla Kalteng. (Foto: HO-Polda Kalteng)

Kalteng

BUSA SABUN Jadi Senjata Lawan Karhutla

Jumat, 4 Sep 2026 - 22:08

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca