SuarIndonesia – Momen 5 Rajab Sekumpul, “lautan manusia” dan dua jemaah ada dilaporkan meninggal dunia.
Untuk arus lalu lintas padat -merayap dan Polda Kalsel pemantauan lewat udara, selain sejumlah titik Link Live CCTV di daratan, termasuk situasi lokasi kegiatan, Minggu (28/12/2025).
Bahkan kawasan A Yani dari Bundaran Simpang Empat Banjarbaru ke Martapura, telah ditutup untuk jenis mobil.
Arus ini tak hanya kawasan Kalsel, namun juga dari Kabupaten Tabalong, yang mana jemaah dari Kalimantan Timur, dan sekitarnya melintas.
Termasuk dari Kalimantan Tengah, yang masuk Kota Banjarmasin hingga jemaah yang tiba dari berbagai penjuru di Indonesia untuk hadiri Haul ke-21 Abah Guru Sekumpul adalah nama panggilan populer untuk KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani Al-Banjari.
Pemantauan arus lewat udara dengan helikopter milik Satpolairud dilakukan Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi bersama Direktur Lalu Lintas (Dirlantas), Kombes Pol. Fahri Siregar.
Terbanyak untuk wilayah terdekat, jemaah menggunakan kendaraan roda dua, selain mobil yang telah memadati kawasan Jalan Ahmad Yani dari Banjarmasin- Banjarbaru ke arah Martapura.
Petugas gabungan ekstra melakukan rekayasa lalu lintas berupa pengalihan bagi kendaraan roda empat.
“Penutupan dilakukan dari bundaran Simpang Empat Banjarbaru menuju arah Sekumpul,” kata Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Kalsel, Kompol Abdurrahman.
Penutupan ini berlaku untuk kendaraan roda empat, sedangkan untuk kendaraan roda dua masih dibolehkan lewat, dan tak menutup kemugkinan juga akan ditutup
Untuk parkiran di kawasan Sekumpul Martapura tak bisa lagi menampung .
“Untuk roda empat kami alihkan dan arahkan untuk parkir ke arah Sungai Ulin,” tambah Kompol Abdurrahman
Arus kedatangan jemaah tak hanya lewa darat, namun banyak pula jalur sungai di Dermaga Murung Kenanga, Martapura, yang terus meningkat.
Jemaah dari berbagai daerah berdatangan secara bertahap melalui jalur sungai sebelum melanjutkan perjalanan ke Sekumpul.
Diantaranya Desa Bahaur, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, menempuh perjalanan panjang selama kurang lebih 15 jam untuk tiba di Martapura.
Ada pula asal Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, menempuh perjalanan sekitar tiga jam
Lain tempat peningkatan arus lalu lintas terpantau signifikan di sejumlah titik strategis wilayah Kabupaten Tabalong.
Menyikapi kondisi tersebut, Satuan Lalu Lintas Polres Tabalong dipimpin Kasat Lantas Polres Tabalong, Iptu Oki Hermawan bersama jajaran anggota, melaksanakan pemantauan dan pengaturan arus lalu lintas secara langsung di kawasan perbatasan antar provinsi.
“Terpantau ramai dan padat pada malam hari. Peningkatan volume kendaraan tersebut didominasi oleh kendaraan pribadi, angkutan umum, serta kendaraan lintas provinsi,” kata Iptu Oki Hermawan.
Kemudian situasi Sekumpul, hingga kini dilaporkan ada dua jemaah yang meninggal dunia karena saat tiba kondisi sakit. Namun belum diketahui identitas jemaah bersangkutan.
” Iya saya mendapatkan laporan ada dua jemaah yang meninggal dunia karena sakit, dan dua-duanya sudah dijemput keluarga untuk dimakamkan,” kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.
Secara umum situasi kamtibmas terkendali lanjut Kapolda, terkendali dan jajaran bersama pemprov berkoordinasi dengan ambulans ataupun jalan kaki untuk mendatangi jemaah yang sakit.
Pengamanan dan pelayanan dikerahkan dari Polri 3.099 orang ditambah TNI hampir 600 orang dan instansi lain, ditambah relawan 42 ribu lebih.
Lokasi lain sejumlah rest area dan warung gratis dipenuhi jemaah dari Banjarbaru hingga Martapura.
Selain makanan dan minuman, Posko V Pemprov Kalsel ini juga tersedia fasilitas toilet portabel dan permanen, musala untuk salat.
Termasuk Posko 6 di Museum Lambung Mangkurat Jalan A Yani Km 36 disingahi ribuan jemaah, tak hanya orang Banjar, banyak dari Sumatra, Sulawesi dan lainnya. Bahkan ada melanjutkan jalan kaki ke Sekumpul. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















