MOGE MELINTASI Jembatan Alalak 1, Pengamat : Apakah Karena Mereka Kaya?

- Penulis

Rabu, 22 September 2021 - 19:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Video rombongan atau iring-iringan motor gede (moge) yang baru-baru ini viral di laman media sosial menjadi topik perbincangan hangat di masyarakat.

Pasalnya, dalam video berdurasi 35 detik itu, rombongan moge bahkan tampak dikawal Polisi Lalu Lintas (Polantas) dan secara leluasa melewati jembatan yang notabenenya masih belum diresmikan pengoperasiannya.

Hal itu tentu melukai masyarakat yang setiap harinya harus berhadapan dengan kemacetan lalu lintas di Jembatan Alalak 2.

Padahal, pengoperasionalan fasilitas penyeberangan yang katanya merupakan satu-satunya jembatan dengan model melengkung pertama di Indonesia itu sangat dimimpi-mimpikan oleh masyarakat.

Salah satu warga, Arul menyatakan dirinya sudah lama memimpikan agar Jembatan Alalak 1 bisa dilintasi. Mengingat sudah terlampau sering lelaki asal Handil Bakti itu berkutat dengan kemacetan.

Namun, kesabarannya kali ini kembali diuji. Di media sosial, marak beredar video rombongan moge dengan leluasa melintasi jembatan itu.

“Sebagai warga, saya kesal sekali melihat video itu. Kasihan warga yang menanti-nanti bisa melintas jembatan. Hampir tiap hari kami berkutat macet. Mestinya, kalau memang belum dioperasikan, ya jangan dilewati dahulu,” keluhnya.

 

 

 

 

Terkait hal itu, pengamat kebijakan publik di Kota Banjarmasin, Ichwan Noor Khalik menyayangkan aksi yang dilakukan oleh para pengendara moge.

“Saya heran, seperti tidak pernah belajar dari kasus-kasus di daerah lain saja. Apalagi sampai ada pengawalan dari aparat kepolisian,” ucapnya saat dihubungi awak media, Rabu (22/9/2021) siang.

Baca Juga :   IDEOLOGI Pancasila Diterapkan Secara Utuh, Begini Harapan Wakil DPRD Kalsel

Ichwan pun lantas mempertanyakan, apakah moge memang memiliki keistimewaan. Padahal menurutnya, tak ada ketentuan yang mengatur bahwa moge harus dikawal.

“Sepengetahuan saya, pengawalan itu hanya berlaku untuk kepala negara, ambulans dan pemadam kebakaran,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti perihal fasilitas yang dilintasi oleh pengguna moge, yakni, Jembatan Alalak 1. Padahal, jembatan itu masih ditutup alias tak boleh dilintasi lantaran belum diresmikan.

“Kalau memang mau dibuka, sekalian saja dibuka. Agar masyarakat lainnya bisa melintas. Tapi, bila memang belum bisa dibuka dan belum diresmikan, jangan diberikan prioritas untuk moge. Pakailah jalan yang umum. Jangan mencontohkan yang tidak baik,” tegasnya.

“Apakah karena mereka kaya? Apakah negara ini hanya untuk orang kaya? Tak ada ketentuan seperti itu. Dalam undang-undang, sarana dan prasarana jalan yang dibangun pemerintah tujuannya untuk semua lapisan masyarakat,” cecarnya.

Ichwan pun berharap agar pihak terkait bisa memastikan bahkan menyegerakan pembukaan Jembatan Alalak 1, agar penggunaannya bisa dirasakan masyarakat luas.

“Apa tidak kasihan melihat masyarakat yang terus merasakan macet. Sudah terlalu sering molornya,” tuntasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBIJAKAN WFH tak Berlaku di Pemprov Kalsel, Begini Pertimbangannya
PERKUAT PENGAMANAN Jelang Laga Barito Putra Vs PSS Sleman Lewat FGD Bersama Suporter
MELEDAK Jaringan Listirk di Jalan Kuripan Banjarmasin
PELESTARIAN BUDAYA BANJAR Terus Tumbuh Melalui UMKM dari Tangan-tangan Anggota Persit KCK XXVII Kotabaru
TIKET PESAWAT Mendadak Kosong, Sejumlah Warga Kalsel Tertahan di Luar Daerah
LANGKAH PSIS Semarang Dihentikan Barito Putera, Raih Tiga Poin
BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng
WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 00:22

BURON NARKOBA “The Doctor” Diperiksa Bareskrim

Senin, 6 April 2026 - 21:01

OIKN: 50 Staf Wapres Mulai Berkantor di IKN

Senin, 6 April 2026 - 20:25

PEMERINTAH tak Akan Naikkan Harga BBM Subsidi Sepanjang Tahun 2026

Senin, 6 April 2026 - 18:10

PELESTARIAN BUDAYA BANJAR Terus Tumbuh Melalui UMKM dari Tangan-tangan Anggota Persit KCK XXVII Kotabaru

Minggu, 5 April 2026 - 22:10

JK BANTAH TUDINGAN Danai Pihak-pihak Persoalkan Ijazah Jokowi

Minggu, 5 April 2026 - 22:02

MENTAN AMRAN: Stok Beras RI Stabil 4,5 Juta Ton

Sabtu, 4 April 2026 - 21:53

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Berita Terbaru

Buron pemasok sabu-sabu Andre Fernando alias Charlie alias

Hukum

BURON NARKOBA “The Doctor” Diperiksa Bareskrim

Selasa, 7 Apr 2026 - 00:22

Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) saat diwawancarai di Samarinda, Senin (6/4/2026). (Antara/A Rifandi)

Kaltim

OIKN: 50 Staf Wapres Mulai Berkantor di IKN

Senin, 6 Apr 2026 - 21:01

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca