MISTERI Cek Senilai Rp 1 M saat Menjabat Bupati, Berujung Dituntut 2 Tahun Penjara

MISTERI Cek Senilai Rp 1 M saat Menjabat Bupati, Berujung Dituntut 2 Tahun Penjara

SuarIndonesia – Misteri cek kosong senilai Rp 1 M (Miliar) saat menjabat Bupati Balangan, kini berujung dituntut 2 tahun penjara.

Bupati Balangan periode masa jabatan Tahun 2016-2021, H Ansharuddin menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri  (PN) Banjarmasin, Kamis (26/8/2021).

H Ansharuddin yang merupakan terdakwa dalam perkara dugaan penipuan ini hadir di ruang persidangan didampingi tim penasihat hukumnya.

Dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Aris Bawono Langgeng SH MH.

Dan dari tim JPU (Jaksa Penuntut Umum)  dalam perkara ini dipimpin Agus Subagya serta yang membacakan tuntutannya adalah Fahrin SH MH.

“Menuntut terdakwa dengan pidana kurungan selama dua tahun,” kata JPU.

JPU mengatakan, terdakwa secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana seperti yang diatur dalam Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penipuan.

Karena hanya beragendakan pembacaan tuntutan, sidang berlangsung singkat kurang lebih tiga puluh menit.

Pasca mendengar tuntutan dari jaksa dan sidang ditutup oleh Majelis Hakim, H Ansharuddin nampak tak banyak bicara dan langsung beranjak dari ruangan sidang.

Sementara  M Mauliddin Afdie, kuasa hukum terdakwa menyatakan akan mengajukan pembelaan atas tuntutan tersebut.

“Kami menghargai tuntutan dari jaksa secara profesional sudah menyampaikan tuntutannya.

Tapi dalam hal ini kami akan menyusun dan menyampaikan pledoi. Pokok-pokoknya akan bisa dilihat saat sidang pembelaan nanti,” kata Mauliddin.

Dimana sidang dengan agenda pembacaan pembelaan dijadwalkan digelar pekan selanjutnya yaitu pada Kamis (2/9/2021).

Terkait tuntutannya, jaksa penuntut umum mengatakan, beberapa hal menjadi pertimbangan yang memberatkan terhadap terdakwa.

Salah satunya yaitu, selama proses panjang persidangan hingga agenda pembacaan tuntutan, terdakwa kata jaksa tidak mengakui perbuatannya.

“Dituntut dua tahun. Perbuatan terdakwa merugikan orang lain dan terdakwa tidak mengakui perbuatannya,” kata JPU

Diketahui sebelumnya, nama H Ansharuddin terseret “ke meja hijau” sebagai terdakwa karena dugaan penipuan terkait cek kosong.

Dan disebut gagal mengembalikan dana terkait hutang-piutang senilai Rp 1 M kepada saksi pelapor.

Sehingga sebelumnya itu dilaporkan ke Reskrimum Polda Kalsel (Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan. (ZI)

 

 

 2,951 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: