MESKI TERSINGKIR, Barito Putera Berhasil Kombinasikan Pemain Senior dan Junior secara Apik

MESKI TERSINGKIR, Barito Putera Berhasil Kombinasikan Pemain Senior dan Junior secara Apik
Tiga bintang Barito Putera. (Foto/Bola.com)

SuarIndonesiaBarito Putera tersisih dari Piala Menpora 2021. Kekalahan 0-1 dari Persija Jakarta pada perempat final di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (10/4/2021) membuat mereka harus pulang ke Banjarmasin lebih cepat.

Meski tersisih, secara performa, Barito Putera bisa memperlihatkan potensi. Dengan banyaknya pemain muda plus dikombinasikan beberapa penggawa senior, mereka bisa melewati fase grup dan memberikan perlawanan sengit kepada Persija di delapan besar.

Awalnya tidak ada yang memprediksi langkah Barito Putera bisa sejauh ini. Karena pada fase grup, mereka tergabung dengan Arema FC, PSIS Semarang dan Persikabo 1973. Tiga tim itu secara materi pemain dan persiapan sedikit di atas Barito Putera.

Tapi pelatih Djadjang Nurdjaman bisa membuat tim ini disegani. Barisan pemain muda seperti M. Riyandi, M. Firly, Alif Jaelani, Bagas Kaffa, Rafi Syaharil, Yudha Febrian, Luthfi Kamal, Kahar Kalu dan beberapa nama lainnya diandalkan tenaganya.

Sementara pemain senior seperti Bayu Pradana, Rizky Pora dan lainnya dapat peran melindungi sekaligus memompa semangat pemain muda tersebut.

“Kami banyak gunakan pemain dari Akademi Barito sendiri di Piala Menpora. Mereka sudah fight di setiap pertandingan. Mungkin kekurangannya hanya kepercayaan diri. Tapi itu wajar, mereka masih muda,” jelas Djadjang.

Meski skuad muda Barito Putera belum maksimal dalam kepercayaan diri, kesempatan main di Piala Menpora jadi modal di Liga 1 2021. Karena atmosfer pertandingannya kurang lebih bakal sama.

“Sekarang ada waktu persiapan untuk Liga 1 sekaligus evaluasi tim. Kami harap beberapa kekurangan (termasuk kepercayaan diri pemain muda) bisa dibenahi,” Djadjang Nurdjaman dikutip dari Bola.com.

Jika Barito Putera lebih percaya diri di Liga 1, mereka bisa jadi ancaman bagi tim besar. Karena potensi pemain muda tim berjuluk Laskar Antasari ini luar biasa. Luthfi, Riyandi, Bagas, Rafi dan Yudha meruapkan andalan di Timnas Indonesia kelompok usia.

Jika kesempatan main di klub lebih banyak, mereka bakal cepat matang. Barito Putera sendiri sudah investasi pemain muda sejak beberapa tahun terakhir. Mereka memburu pemain timnas kelompok usia untuk meremajakan tim.

Maklum, beberapa musim terakhir Barito Putera gagal memenuhi target dengan cara instan. Seperti mendatangkan pelatih sekelas Jacksen Tiago. Hingga merekrut pemain sekelas Evan Dimas, Paulo Sitanggang dan lainnya. Tapi upaya itu gagal memenuhi target masuk ke kancah AFC Cup.

Kini Barito Putera membuat cara lain dengan investasi dari tim kelompok usia. Sebenarnya tahun ini mereka punya striker sekelas Bagus Kahfi. Sayang, pemain 19 tahun ini lepas dan memilih berkarir di Belanda bersama FC Utrecht.

Padahal Barito Putera merekrutnya sejak kelompok usia 16 tahun. “Sekarang tinggal kami melengkapi komposisi pemain. Terutama di sektor asing,” tegas mantan pelatih Persib Bandung ini.(Bola.com/RA)

 305 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: