Suarindonesia – Sektor investasi sangat terpengaruh sejak munculnya pandemi covid. Kendati demikian sesuai rancangan pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) tidak mengalami penurunan.
Hal ini diakui Kepala Dinas Penenaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Ir. Nafarin, belum lama tadi.
“Target RPJMN Rp12 triliun untuk Kalsel tahun 2020 tidak terjadi penyesuaian. Berbeda dengan target nasional yang mengalami penurupenurunanRp27 triliun menjadi Rp18,5 triliun,” ujar Nafarin.
Nafarin menjelaskan, realisasi investasi di Kalimantan Selatan mengalami penurunan akibat masih mewabahnya covid-19.
Berdasarkan data yang dihimpun total realisasi investasi yang terdiri dari dua sumber yakni Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) serta Penanaman Modal Asing (PMA).
Pada semester pertama 2020 sebesar Rp4,4 triliun atau mengalami penurunan sebesar Rp2,2 triliun jika dibandingkan semester pertama tahun sebelumnya yang mempunyai angka realisasi investasi sebesar Rp6,6 triliun.
Nafarin menyenut penurunan nilai investasi ini sangat dipengaruhi oleh kondisi situasi Covid-19 yang terus melanda.
“Pasti ini akan berpengaruh pada capaian target di akhir tahun. Jika mengacu target RPJM Rp4,4 triliun dari Rp12 triliun, maka capaian investasi di Kalsel masih 37 persen.
Sedangkan jika mengacu pada target nasional Rp18,5 triliuan maka capaian investasi 26 persen,” ujarnya.(adv/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















