MENIPIS Stok Plasma Konvalesen, Permintaan Menumpuk

- Penulis

Sabtu, 10 Juli 2021 - 22:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Stok Plasma konvalesen yang dimiliki Unit Donor Darah (UDD) Kota Banjarmasin saat ini diketahui terus menipis. Hal tersebut tidak berjalan lurus dengan adanya lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Kota Banjarmasin.

Ketua Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit, menerangkan, meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Banjarmasin berpengaruh terhadap permintaan plasma konvalesen yang terus meningkat.

Adapun kesulitan memenuhi stok plasma konvalesen ialah mencari pendonornya yang saat ini jumlah pendonornya sudah berkurang .

“Setiap hari permintaan itu sebanyak 20 kanton plasma konvalesen per hari. Dan pendonornya sudah kurang,” katanya.

Pria dengan sapaan dr Rama itu mengaku, permintaan plasma konvalesen pada bulan Juli ini mengalami peningkatan.

“Juli ini naik lagi permintaan, sejauh ini sudah kita produksi 40 plasma konvalesen,”tukasnya.

Bahkan di hari Sabtu (10/7/2021) PMI Kota Banjarmasin telah kebanjiran permintaan plasma konvalesen. Pasalnya dalam satu hari itu saja pihaknya mendapat 70 permintaan plasma darah yang digunakan sebagai terapi penyembuhan Covid-19.

Baca Juga :   GUBERNUR KALSEL Paman Birin, Bikin Heboh dan Sekaligus Haru Pegawai

“Ini merupakan rekor baru permintaan plasma konvalesen yang masuk ke PMI,” tukasnya.

Sedangkan stok olasma konvalesen yang ada saat ini baru 20 kantong.

Karena itu, pihaknya terus melakukan pelacakan para penyintas Covid-19 di Banjarmasin yang bisa mendonorkan plasmanya.

Hal itu dilakukan lantaran mereka mempunyai antibodi di tubuhnya setelah sembuh dari infeksi virus Corona. Kemudian, antibodi itu akan disimpan dalam plasma darah orang tersebut.

“Yang masih ada kita ambil antibodinya,” ucapnya.

Namun, Rama mengatakan sederet kendala penyintas mendonorkan plasma konvalesen di PMI Banjarmasin. Salah satunya program vaksinasi Covid-19.

Orang baru bisa mendonorkan plasma konvalesen setelah kurun waktu 3 hari setelah disuntik vaksin. Kurun waktunya berbeda tergantung jenis vaksin.

“Untuk vaksin Sinovac 3 hari, tapi kalau merk Astrazeneca bisa satu bulan baru bisa,” pungkasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

RATUSAN SOPIR TRUK dengan Armadanya Bereaksi, Dugaan BBM Biosolar Dilarikan ke Perusahaan Tambang di Kalsel
MASSA “SERBU” Kantor Gubernur Kalsel soal Distribusi-Pengawasan BBM Subsidi dan Keterbukaan Data Pertamina
TERDAKWA Pecatan Polisi, Pembunuh Mahasiswi ULM “Lolos” dari Hukuman Lebih Berat
MENKES: Label Nutri-Level untuk Pilih Makanan-minuman Sehat
AKSI MASSA di Gedung DPRD Kalsel, Soroti MBG dan Nasib Guru Honorer
HEBOHKAN DUGAAN PEREKAMAN Diam-diam di Toilet Pasar Sentra Antasari
DIPERCEPAT Penyelesaian dan Penetapan Batas 1.871 Desa di Kalsel
DITERAPKAN Transaksi Nontunai di Seluruh Desa Kalsel

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:58

RATUSAN SOPIR TRUK dengan Armadanya Bereaksi, Dugaan BBM Biosolar Dilarikan ke Perusahaan Tambang di Kalsel

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:52

MASSA “SERBU” Kantor Gubernur Kalsel soal Distribusi-Pengawasan BBM Subsidi dan Keterbukaan Data Pertamina

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:51

MENKES: Label Nutri-Level untuk Pilih Makanan-minuman Sehat

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:01

TANGAN TERBORGOL, Eks Pejabat Kejari HSU Digiring ke Ruang Persidangan Tipikor Banjarmasin

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:33

ERA BARU Logistik Polri Semakin Modern untuk Menunjang Pelayanan kepada Masyarakat

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:20

PRESTASI GEMILANG di Tingkat Nasional, Kapolda Kalsel “Diganjar Penghargaan” dari Kapolri

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:00

SOSOK PRIA Videonya Viral, Khalikin Buka Suara dan “Gentlemen” Minta Maaf ke Publik

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:23

SERATUS DRIVER SKPD Pemprov Dilatih Ditlantas Polda Kalsel Keterampilan Safety Driving di SDC Banjarbaru

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca