Mengenang Sejarah Perangko di Kalsel

- Penulis

Senin, 1 April 2019 - 21:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia -Tahun 1866 atau kurang lebih satu setengah abad silam menjadi catatan penting bagi keberadaan perangko pertama di Banjarmasin serta terkait lalu lintas surat antarnegara Belanda dengan negara jajahannya yaitu Indonesia yang salah satu wilayah di dalamnya adalah Banjarmasin.

Ahli Sejarah asal Universitas Lambung Mangkurat, Mansyur menceritakan keberadaan perangko pertama di Banjarmasin berfungsi sebagai “pelengkap” surat dan sudah beredar di Banjarmasin sejak 153 tahun yang lalu tepatnya tahun 1866 M.

“Fakta ini kita peroleh dari hasil riset dan kompilasi surat-surat masa Hindia Belanda, menunjukkan perangko tertua yang pernah menghiasi surat ke Banjarmasin berangka tahun tahun 1866,” ucap Mansyur kepada wartawan Suar Indonesia, Senin (02/04/2019).

Mansyur

Kemudian Mansyur menyebutkan perangko pertama di Banjarmasin berdasar bukti yang ia miliki tertempel pada bagian depan amplop surat. Tepatnya sebelah kiri bagian atas (sudut). Dikirim dari Batavia (sekarang Jakarta) pada tanggal 29 Desember (12) tahun 1866 kepada Residen di Bandjermasin. Lengkapnya tertulis “den Residen Zuid en Ooster Afdeeling van Borneo te Bandjermasin” (Kepada Residen Afdeeling Borneo bagian Selatan dan Timur di Banjarmasin).

“Pada keterangan lainnya yang kita temukan dari hasil riset bahwa surat itu sebenarnya ditulis di Arnhem (Salah Satu Provinsi di Belanda) pada bulan sebelumnya yakni tanggal 15 November 1866 dan kemudian dikirim ke Batavia sebagai paket surat. Selanjutnya surat ini diteruskan ke Banjarmasin,” tutur Mansyur.

Selain itu Mansyur menceritakan Negeri Belanda memang menerbitkan perangko pertama tahun 1852, Perangko Raja Willem III senilai 5 cent berwarna biru yang juga tanpa perforasi. Tetapi itu hanya diberlakukan di negeri Belanda hingga selanjutnya juga tersebar ke daerah jajahan di Indonesia termasuk Banjarmasin.

Baca Juga :   TONGKAT KOMANDO Kapolresta Banjarmasin Dipegang Kombes Pol Riza Muttaqin, Begini Komitmen dan Prioritasnya

“Dalam perkembangannya, mengingat banyaknya lalu lintas surat antara Negeri Belanda dengan negara jajahannya/koloni yang utama saat itu, yaitu Nederland Indie (sekarang Indonesia), akhirnya di terbitkan perangko pertama Nederland Indie pada tahun1864. Perangko inilah yang menjadi perangko pertama di Hindia Belanda dan selanjutnya tahun 1866 pertama kali masuk ke Banjarmasin,” terang Mansyur.

Ia menambahkan sebelum perangko tercipta, pelunasan biaya pengiriman surat dilakukan dengan membayar sejumlah uang tunai. Pembayaran secara tunai ini ada yang harus dibayar terlebih dahulu oleh si pengirim surat tapi ada pula yang harus dibayar oleh si penerima sesuai alamat.

“Jadi perangko ini akhirnya dijadikan sebagai pengganti alat pembayaran tersebut sehingga lebih memudahkan dalam transaksi kirim-kirim surat, baik dari pengirim maupun penerimanya, kedua belah pihak menjadi mudah,” kata Mansyur.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HAJI ISAM Masuk Bayan Resources, Kuasai 30,25 Persen Saham
PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2026/2027: Barito Putera v RANS Nusantara 1-1
MENTAN: BANTUAN ALSINTAN Gratis, Masyarakat Lapor Bila Ada Pelanggaran
SATU KRU Helikopter “Water Bombing” Jatuh di Sungai Barito Ditemukan Meninggal, Dua Luka-luka
BNPB: PENANGANAN KARHUTLA Berlanjut dengan Perketat Aspek Keselamatan
KECELAKAAN HELI DI SUNGAI BARITO: Satu Kru Heli Puma H-225 dalam Pencarian
TEMAJUK JADI PINTU Pariwisata Indonesia-Malaysia
AKSI RAKYAT BELA INDONESIA: Ajukan 5 Tuntutan

Berita Terkait

Senin, 9 November 2026 - 01:07

HAJI ISAM Masuk Bayan Resources, Kuasai 30,25 Persen Saham

Minggu, 8 November 2026 - 22:53

PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2026/2027: Barito Putera v RANS Nusantara 1-1

Minggu, 8 November 2026 - 22:38

NYARU MENTENG Pusat Konservasi Orang Utan

Minggu, 8 November 2026 - 22:25

RATUSAN WARGA KALTENG Diduga Tertipu Arisan, Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Minggu, 8 November 2026 - 19:56

BNPB: PENANGANAN KARHUTLA Berlanjut dengan Perketat Aspek Keselamatan

Minggu, 8 November 2026 - 19:47

KECELAKAAN HELI DI SUNGAI BARITO: Satu Kru Heli Puma H-225 dalam Pencarian

Minggu, 8 November 2026 - 19:20

GAZA: BANJIR RENDAM 70.000 Tenda, Pengungsi tak Bisa Berlindung

Minggu, 8 November 2026 - 16:07

HELIKOPTER Super Puma “Water Bombing” Karhutla Jatuh di Sungai Barito Kalsel

Berita Terbaru

Orang utan di Nyaru Menteng, Palangka Raya. (Foto: Antara/Bayu Pratama S)

Kalteng

NYARU MENTENG Pusat Konservasi Orang Utan

Minggu, 8 Nov 2026 - 22:38