Melaui `Millennial Road Safety Festival’, Upaya Polda Kalsel Tekan Angka Lakalantas

Melaui `Millennial Road Safety Festival’, Upaya Polda Kalsel Tekan Angka Lakalantas

Suarindonesia – Kini masih tinggi angka kecelakaan lalu lintas pada umumnya di Indonesia. Semua masih menjadi tantangan dan memerlukan kerja keras dan sinergitas berbagai pihak.

Dari itu pula kepolisian terus berupaya menekan, termasuk dilakukan jajaran Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Dit Lantas Polda Kalsel).

Meski di Kalsel, tiap tahun angka kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) turun, tetap terus menekan.

Yakni sinergitas berbagai pihak serta peningkatan kepatuhan hukum masyarakat, untuk terus menerus berupaya meningkatkan kualitas berlalulintas.

“Karena kecelakaan lalu lintas berawal dari pelanggaran terhadap aturan dan etika berlalu lintas,’’ kata Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel, Kombes Pol Muji Ediyanto SH, SIK, kepada wartawan, Kamis (17/1).

Diketahui katanya, korbannya didominasi generasi `Millennial’ atau masih berusai produktif yakni kelahiran 1980 sampaa 1994 sekitar 17 tahun -35 tahun.

“Millennial Road Safety Festival ini akan berlangsung di Manara Siring Pandang Banjarmasin,’’ ujarnya.

Itu pada 2 Februari – 31 Maret 2019 mendatang.“Puncak kegiatan akan digelar pada 17 Maret 2019 bertempat di area car free day di tepi Sungai Martapura ini.

Kegiatan akan diisi dengan Free style, senam kolosal, jalan sehat, dan safety riding dengan melibatkan bebrbagai pihak gerenasi `Millennial’,’’ tambah Kombes Pol Muji Ediyanto.

Bahkan sejumlah anggota klub motor untuk berdiskusi terkait kegiatan Millennial Road Safety Festival yang akan diadakan nantinya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga langsung memberikan arahan terkait tingginya akan laka lantas dan korbannya masih berusai produktif.

“Tujuan kegiatan kami ini adalah meningkatkan kualitas keselamatan di jalan dan menurunkan fatalitas korban.

Generasi millennial merupakan usai produktif dan berdasarkan data yang ada, korban laka lantas merupakan usai produktif,’’ tambahnya lagi.

Dijelaskan, balap liar yang sering dilakukan  sejumlah remaja merupakan salah satu kegiatan negatif dan sering menimbulkan korban jiwa.

Untuk itu, pihaknya akan berusaha memberikan kegiatan positif terhadap sejumlah pemuda, khususnya anggota klub motor yang ada banua ini.

“Kami mengajak mereka juga untuk taat aturan serta program keselamatan berlalu lintas,’’ sebutnya Kombes Muji.

Sisi lain, semua pada ke wilayahan juga akan dilombakan tentang ini, dan nanti pada puncaknya dilakukan pemberian penghargaan.

Sementara data laka diperoleh wilayah Kalsel Pada aspek operasional, jumlah lakalantas tahun 2018, turun 93 kasus atau 16,34 persen yaitu dari 569 kasus tahun 2017 menjadi 476 kasus pada tahun 2018. (periode Januari hingga 26 Desember 2018).

Korban meninggal dunia akibat lakalantas tahun 2018, turun menjadi 126 orang atau 27,75 persen yaitu dari 454 orang tahun 2017 menjadi 328 orang tahun 2018 (Januari –Nopember 2018).

Untuk korban luka berat tahun 2018 mencapai 31 orang atau 23,48 persen yaitu dari 132 orang pada tahun 2017 menjadi 101 orang pada tahun 2018 (Januari-Nopember 2018).

Korban luka ringan lakalantas tahun 2018 angkanya turun 62 orang atau 15,46 persen yaitu dari 401 orang pada tahun 2017 menjadi 339 orang pada tahun 2018 (Januari-Nopember 2018). Jumlah pelanggaran lalu-lintas tahun 2018 turun 17.193 pelanggar atau 16,45 persen yaitu dari 104,479  pelanggar pada tahun 2017, menjadi 87.286 pelanggar pada tahun 2018 (Januari-Nopember). (ZI)

 194 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: