Mahasiswa Kedokteran ULM Bentuk Kader `Ceria’ di Karang Intan

- Penulis

Selasa, 5 Februari 2019 - 23:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) angkatan 2016 melakukan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL-2).

“Ya, akhirnya kami membentuk suatu kader Ceria (Cegah Remaja Anemia) sejak dini.

Dimana kader akan memantau apakah remaja putri disana meminum tablet tambah darah,’’ kata Ketua Kelompok 1 Alpiannor.

Ia katakan, sebenarnya Fakultas Kedokteran ULM, yang terjun ke lapangan semua ada 17 kelompok menyebar di 17 desa di Kecamatan Karang Intan.

“Itu dilakukan di bawah tanggungjawab Ibu Nita Pujianti S.Farm. Apt. MPH selaku UP PBL dan beberapa Staf Program Studi Kesehatan Masyarakat,’’ ujarnya.

Dikatakan, banyak remaja putri, khususnya di Desa Padang Panjang Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar, tak konsumsi TDD (Tablet Tambah Darah) dengan berbagai alasan.

TTD sendiri adalah sumplemen zat besi yang wajib dikonsumsi seminggu 1 tablet oleh remaja putri yang sudah mengalami menstruasi.

Tentunya untuk menghinproduktivitas, menurunkan konsentrasi belajar, dan parahnya resiko jangka panjang yang akan terjadi apabila remaja putri sudah mengalami kehamilan akan berdampak pada bayi yang dikandungnya.

Seperti keguguran, BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah) yang akan berdampak pada perkembangan anak.

Itulah hasil deteksi awal dan wawancara dilakukan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) angkatan 2016 yang melakukan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL-2).

Untuk kelompoknya, Cindana Amalia Paramitha, Ninda Maulina, Aulia Ulfa, Gt Mitha Zainoriyanti, Aulia Rizky Maulida dan Annisa Aulia Nafarin.

Semua melakukan PBL di Desa Padang Panjang“Kegiatan dilakukan dalam rangka intervensi yang sudah dilakukan pada PBL 1.

Semua dilaksanan dari 9 Januari lalu hingga penyuluhan, 20 Januari 2019.  Intervensi dilanjutkan 24 Januari di Madrasah Hidayatul Mutta’alimim dan melakukan door to door ke rumah remaja putri, 25 Januari.

Baca Juga :   POLISI Terima Laporan Siswa SMK Korban Pengeroyokan

Dikatakan, sejak ke lapangan ketika itu, terkait proses komunitas sendiri deteksi awal masalah dimana merencanakan survei secara rinci.

“Kemudian kami melakukan persiapan seperti kuesioner terdiri dari bagaimana keadaan di rumah tangga dan bagaimana keadaan kesehatan atau pun pencegahan kesehatan di desa tersebut,’’ tambah Alpiannor didampingi Ninda Maulida dan Cindana Amalia Paramitha.

Pada musyawarah masyarakat desa lanjutnuya, kelompoknya sudah mendapatkan permasalahan yang ada di desa tersebut, dan masyarakat bermufakat untuk masalah mana yang mau dipecahkan.

“Karena banyak remaja putri disana bayak yang tidak mengkonsumsi tablet tambah darah dengan berbagai alasan, jelasnya lagi.

Sisi lain Kader `Ceria’ akan memantau soal konsumsi tablet tambah darah.

Sekaligus pula semua itu selaras  Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi yang tertuang pada Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2013, upaya kesehatan dan gizi diprioritaskan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Tentunya ia katakan, melalui intervensi spesifik dan sensitif antara lain terintegrasi dengan program penanggulangan anemia kepada kelompok sasaran Rematri (Remaja Putri) dan WUS (Wanita Usia Subur).

“Waktu melakukan intervensi, seperti penyuluhan dihadiri pula Bisan Desa Padang, Nor Fatimah Amd yang membantu dalam memberikan materi mengenai menstruasi.

Kemudian, Rusmiansyah Kepala Desa Padang Panjang dan remaja putri setempat.

“Kami juga memelakukan pemeriksaan kadar Hb dan pemberian TTD gratis dengan yang hadir saat itu remaja putri sebanyak 45 orang, dan kami berterimaksih ada semua pihak’’ ucap Ninda Maulida dan Cindana Amalia Paramitha lagi. (ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MAYAT MA Mengapung di Sungai Lok Tamu, Diduga Mau Cuci Baju
JASAD PEREMPUAN MEMBUSUK di Dalam Kamar, Sebelum Temuan Terdengar Pertengkaran
AKSI TAWURAN Kelompok Remaja di Tembus Mantuil, Pelaku Diamankan Polresta Banjarmasin
JEMAAH HAJI Kloter 02 Debarkasi Banjarmasin Mendarat di Bandara Syamsuddin Noor
KAYU HALABAN Dikembangkan untuk Komoditas Unggulan Kalsel
HARI LINGKUNGAN HIDUP, Setwan Kalsel Bersihkan Got Tersumbat
KECELAKAAN MAUT di Lintasan S Parman Banjarmasin, Renggut Nyawa Seorang Perempuan
GERAKAN INDONESIA ASRI, Polda Kalsel Bersinergi Pemprov Aksi Bersih-bersih Bantaran Sungai Martapura

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:52

SAAT BERENANG, Bocah Jio Hilang Misterius di Sungai

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:36

MAYAT MA Mengapung di Sungai Lok Tamu, Diduga Mau Cuci Baju

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:20

TERKUAKNYA DUGAAN KS di Ponpes Kukar, Korban Diam Bertahun-tahun

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:56

JASAD PEREMPUAN MEMBUSUK di Dalam Kamar, Sebelum Temuan Terdengar Pertengkaran

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:21

AKSI TAWURAN Kelompok Remaja di Tembus Mantuil, Pelaku Diamankan Polresta Banjarmasin

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:53

102 SEKOLAH Hasil Revitalisasi Diresmikan

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:48

DUA PEMUDA HILANG di Hutan Bagugus Dievakuasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:25

HARI LINGKUNGAN HIDUP, Setwan Kalsel Bersihkan Got Tersumbat

Berita Terbaru

Proses pemindahan napi high risk Lapas Palangka Raya ke Nusakambangan. (Foto: dok Ditjenpas Kalteng)

Hukum

2 NAPI LAPAS Palangka Raya Dikirim ke Nusakambangan

Minggu, 7 Jun 2026 - 22:58

Lokasi bocah Jio Norahito (11) yang hilang di Sungai Kapuas, Desa Sei Hanyu, Kabupaten Kapuas, Kalteng. (Foto: dok SAR Palangka Raya)

Kalteng

SAAT BERENANG, Bocah Jio Hilang Misterius di Sungai

Minggu, 7 Jun 2026 - 22:52


Pelaku R pembacok ibu dan anak di Palangka Raya, Minggu (7/6/2026). (FotoL dok Polsek Pahandut)

Hukum

PRIA R NGAMUK Bacok Ibu dan Anak

Minggu, 7 Jun 2026 - 22:45

Mayat MA mengapung di sungai Desa Lok Tamu, Banjar. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

MAYAT MA Mengapung di Sungai Lok Tamu, Diduga Mau Cuci Baju

Minggu, 7 Jun 2026 - 22:36

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca