LABO Nemu Ikan Gabus 4 Kg di Pasar

- Penulis

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semringah wajah anak Labo menggendong ikan gabus yang dibeli dari Pasar Inai, Malinau. (Foto: Dokumentasi Pribadi Labo)

Semringah wajah anak Labo menggendong ikan gabus yang dibeli dari Pasar Inai, Malinau. (Foto: Dokumentasi Pribadi Labo)

SuarIndonesia — Pasar Inai di Malinau, Kalimantan Utara menjadi salah satu tempat belanja andalan warga setempat. Setiap pagi banyak hasil tangkapan sungai yang masih segar-segar, dijajakan oleh pedagang.

Hari Jumat (30/1/2026) pagi, suasana di Pasar Induk Malinau ramai seperti biasanya. Di bagian dalamnya disiapkan tempat untuk pedagang-pedagang dari kampung sekitar, inilah disebut Pasar Inai.

Banyak penduduk lokal berbelanja di sini. Satu hal yang membuat pasar ini menarik adalah pembeli bisa dapat sayur-mayur lokal hasil hutan atau kebun warga yang tidak umum dijual di pasar Induk. Termasuk buah-buahan, hingga ikan hasil tangkapan sungainya pun beda.

Seorang warga Kota Malinau Kota, Labo (55) menceritakan pengalamannya berbelanja di Pasar Inai hari ini. Bisa dibilang, pagi ini ia cukup beruntung bisa membawa pulang seekor ikan gabus (Channa striata) berukuran jumbo.

Ikan yang dalam bahasa lokal disebut ‘Udun’ ini memiliki bobot bersih mencapai 4,1 kilogram. Labo mendapatkan ikan tersebut saat berbelanja di Pasar Inai.

Menurut cerita penjual, ikan gabus ‘raksasa’ ini ditangkap di salah satu anak Sungai Malinau. Ukurannya yang tak lazim membuat ikan ini menjadi perhatian.

“Ikan ini hasil selam atau dipanah. Para nelayan lokal memanfaatkan kesempatan mencari ikan dengan menyelam, karena musim kemarau yang cukup panjang air sungai menjadi jernih,” cerita Labo.

Sekedar diketahui, Pasar Inai adalah pasar tradisional khas yang terletak di Kalimantan Utara khususnya Malinau dan beberapa titik di Tarakan. Mayoritas pedagang di sini adalah ibu-ibu, sehingga disebut Pasar ‘Inai’ yang dalam bahasa Dayak berarti ibu.

Ibu-ibu Dayak di pasar ini menjual hasil alam dari tanah Kalimantan tergantung musimnya. Adapun yang dijual seperti hasil tani dan ladang, hingga hasil kebun organik lokal seperti umbut dan ikan sungai.

Baca Juga :   GIAT KPL BANJARMASIN Jelang Ramadhan 2026 dan Kedatangan Jemaah Haul Guru Zuhdi

Bagi Labo, menemukan ikan gabus dengan ukuran sebesar ini adalah kejadian langka. Ia mengaku sudah puluhan tahun tidak melihat gabus dengan bobot di atas 4 kilogram.

“Cukup sulit menemukan ikan dengan size seperti sekarang. Terakhir kali lihat ikan gabus sebesar ini 30 tahun lalu di Sungai Bia, Kecamatan Peso, Bulungan,” kenangnya.

Ikan tersebut dibeli Labo dengan harga Rp 65.000 per kilogram. Ia menjelaskan bahwa berat 4,1 kg tersebut adalah berat bersih setelah ikan disiangi atau dibersihkan isi perutnya.

Awalnya, Labo berniat memelihara ikan tersebut jika kondisinya masih hidup. Namun, karena saat dibeli ikan sudah mati, ia memutuskan untuk mengolahnya menjadi masakan.

“Sayang rasanya mau dimasak. Ikannya kalau masih hidup mau dipelihara, tapi saat dibeli sudah mati,” tutur Labo dilansir dari detikKalimantan.

Menurut Labo, selain rasa dagingnya yang enak, gurih, dan minim duri, ikan gabus dikenal memiliki manfaat kesehatan. Banyak warga percaya ikan ini berkhasiat mempercepat penyembuhan luka, terutama setelah operasi.

Lebih lanjut, Labo menilai keberadaan ikan predator berukuran besar ini membawa pesan positif mengenai kondisi lingkungan di Malinau. Menurutnya, hal ini menandakan habitat sungai tersebut masih alami.

“Kalau melihat ikan dengan ukuran ini, bisa juga dikatakan bahwa sungai tempat didapatnya ikan ini masih terjaga atau terhindar dari aktivitas menangkap ikan dengan cara-cara yang salah. Aman dari menyetrum dan meracun,” pungkasnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MASSA “SERBU” Kantor Gubernur Kalsel soal Distribusi-Pengawasan BBM Subsidi dan Keterbukaan Data Pertamina
AKSI MASSA di Gedung DPRD Kalsel, Soroti MBG dan Nasib Guru Honorer
HEBOHKAN DUGAAN PEREKAMAN Diam-diam di Toilet Pasar Sentra Antasari
ERA BARU Logistik Polri Semakin Modern untuk Menunjang Pelayanan kepada Masyarakat
PRESTASI GEMILANG di Tingkat Nasional, Kapolda Kalsel “Diganjar Penghargaan” dari Kapolri
KEPANIKAN di Tengah Amuk Api, Seorang Nenek dan Cucunya Dievakuasi
SOSOK PRIA Videonya Viral, Khalikin Buka Suara dan “Gentlemen” Minta Maaf ke Publik
SERATUS DRIVER SKPD Pemprov Dilatih Ditlantas Polda Kalsel Keterampilan Safety Driving di SDC Banjarbaru

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:52

MASSA “SERBU” Kantor Gubernur Kalsel soal Distribusi-Pengawasan BBM Subsidi dan Keterbukaan Data Pertamina

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:23

TERDAKWA Pecatan Polisi, Pembunuh Mahasiswi ULM “Lolos” dari Hukuman Lebih Berat

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:47

AKSI MASSA di Gedung DPRD Kalsel, Soroti MBG dan Nasib Guru Honorer

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:22

DIPERCEPAT Penyelesaian dan Penetapan Batas 1.871 Desa di Kalsel

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:13

DITERAPKAN Transaksi Nontunai di Seluruh Desa Kalsel

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:10

LINDUNGI GAGAL PANEN, 6.740 Hektare Pertanian Diasuransikan

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:01

TANGAN TERBORGOL, Eks Pejabat Kejari HSU Digiring ke Ruang Persidangan Tipikor Banjarmasin

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:33

ERA BARU Logistik Polri Semakin Modern untuk Menunjang Pelayanan kepada Masyarakat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca