SuarIndonesia — Pameran yang dihelat di ruang Bengkel Lukis Sholihin, sejak Minggu (9/1/2022) itu adalah pameran tunggal M Yus, yang kedua kalinya.
Benar saja, jika ditarik ke belakang, pameran tunggal pertamanya, dihelat di tahun 2016 lalu di Bandar Udara (Bandara) Syamsudin Nor.
Di sela pameran, M Yus membeberkan, sejauh perjalanannya, ia menilai bahwa perhatian pemerintah terhadap para seniman masih sangat kurang.
Bahkan, dipandangnya belum memberikan perhatian yang maksimal. Padahal menurutnya, seniman selalu menghasilkan banyak karya yang bisa ditampilkan.
“Bentuk penghargaannya seperti apa? Mudah sekali. Buatkan lah sebuah gedung yang diberi nama galeri,” ungkapnya.
“Saya menilai, pemerintah bisa dikatakan menghargai, menghormati dan peduli terhadap seniman, apabila ia menyediakan sebuah galeri agar seniman bisa menampilkan karyanya,” tegasnya.
Bukan tanpa alasan, pasalnya ia menilai sejauh dirinya menggeluti dunia seni rupa, ia belum pernah melihat adanya perkembangan perhatian dari pemerintah.
Khususnya, dalam hal tempat untuk memamerkan karya. Padahal, seniman sudah banting tulang menghasilkan banyak karya.
Bahkan, juga menorehkan prestasi yang sifatnya mengharumkan nama banua.
“Selama ini tak ada gedung khusus. Ambil contoh, pameran lukisan. Selalu di sini (Bengkel Lukis Sholihin). Ini sebenarnya kurang pas,” tegasnya.
Baca Juga :
DIUSULKAN Nama Seniman Lamut Gusti Jamhar Akbar Jadi Nama Gedung Menara Pandang
Padahal, menurut M Yus, potensi yang dimiliki pelukis di Kalsel banyak sekali. Tidak hanya para pelukis berumur (tua, red). Tapi, juga potensi yang dimiliki pelukis-pelukis mudanya.
“Untuk berpameran tidak mudah. Perlu banyak biaya. Dan yang paling diinginkan seniman itu adanya tempat khusus. Sehebat apa pun pelukis, bila ia tidak berpameran, orang-orang tidak akan pernah tahu. Saya berharap, pemerintah bisa lebih peduli akan hal itu,” tutupnya.
Terpisah, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan di Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin, Doyo Pudjadi, yang Minggu (9/1/2022) petang membuka pameran tunggal M Yus pun angkat bicara.
Ia berjanji, bakal membicarakan harapan para seniman, ke Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.
“Sebagai permulaan, kami nantinya akan menggelar ramah tamah bersama para seniman. Sebagai bentuk apresiasi terhadap para seniman. Agar terbangun kolaborasi antara pemerintah dan seluruh senimannya,” ungkapnya.
Doyo pun sadar bahwa seniman khususnya perupa, memerlukan tempat yang layak untuk bisa menampilkan karyanya.
“Sebenarnya lukisan ini bagus. Tapi tempatnya sangat tidak layak. Saya tidak bermaksud menghina. Tapi alangkah baiknya memang ada apresiasi dari pemerintah untuk pembangunan gedung,” tukasnya.
“Sehingga ke depan, seniman juga bisa menjadikannya sebagai tempat wirausaha yang profesional,” tekannya.
Karena itu, Doyo berjanji sebelum tanggal 19 Januari pihaknya selaku Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin akan mengadakan pertemuan bersama para seniman lukis.
“Saya sudah menyampaikan hal itu kepada pak wali kota. Semoga melalui pertemuan itu bisa jadi momentum nyata untuk perkembangan ke depannya” pungkasnya. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















