KOMPETISI MEMASAK KULINER, Amartha Melibatkan 1.000 Lebih Ibu Mitra UMKM Jaga Pangan Lokal Kalimantan

- Penulis

Minggu, 11 Januari 2026 - 17:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Susilawati, (kiri) dan Khairiyani serta , Karmila Sari berhasil meraih gelar juara mewakili Pulau Kalimantan dan akan melanjutkan kompetisi di Jakarta bulan Februari mendatang. (SuarIndonesia/Ist)

Susilawati, (kiri) dan Khairiyani serta , Karmila Sari berhasil meraih gelar juara mewakili Pulau Kalimantan dan akan melanjutkan kompetisi di Jakarta bulan Februari mendatang. (SuarIndonesia/Ist)

SuarIndonesia – Kompetisi memasak kuliner khas lokal di wilayah Kalimantan, ini digelar Amartha Financial (Amartha), perusahaan tekfin penyedia layanan keuangan digital bagi UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah)  perempuan di desa.

Kegiatan bertajuk “Cerita Rasa”, ini menjadi kompetisi memasak pertama yang diinisiasi Amartha sebagai bagian dari upaya merawat pangan lokal sekaligus memperkuat peran UMKM dalam mendorong ekonomi daerah.

Amartha percaya, perempuan memiliki peran penting dalam menjaga warisan rasa.

“Lewat program Cerita Rasa, Amartha ingin memastikan pangan lokal yang sederhana tetap bermakna menjadi bagian dari kehidupan, penghidupan, dan harapan bagi keluarga serta komunitas,” kata Julie Fauzie, Chief Funding Officer Amartha, Minggu (11/1/2026).

Dengan melibatkan lebih dari 1.000 ibu mitra UMKM binaan Amartha di berbagai daerah, rangkaian kompetisi ini mengangkat 81 cerita rasa yang tumbuh dari dapur-dapur rumah tangga.

Pada tahap awal, ibu mitra UMKM yang telah diseleksi membentuk kelompok untuk memasak dan mewakili tingkat regional.

Seleksi meliputi penilaian atas teknik memasak dan pemahaman tentang bahan pangan lokal. Pemenang di tingkat regional akan maju mewakili Provinsi dan mengikuti kompetisi tingkat nasional di Jakarta.

Mengangkat tema pangan lokal Kalimantan, kompetisi ini menyoroti kuliner yang tumbuh selaras dengan alam, di mana hutan menjadi sumber utama bahan pangan.

Hasil hutan, sayuran musiman, dan rempah lokal diolah menjadi hidangan segar untuk kebutuhan sehari-hari, ini mencerminkan pola pangan yang dekat dengan alam dan berkelanjutan.“Pangan lokal bukan sekadar bahan masakan, tetapi bagian dari kehidupan. Dari dapur, para ibu terus menjaga tradisi untuk menghadirkan masakan rumahan yang menemani tumbuh kembang anak dan menjadi kenangan di setiap keluarga.

Kompetisi “Cerita Rasa” di Kalimantan mempertemukan lima kelompok ibu mitra UMKM dari berbagai wilayah, mulai dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Selatan dan Timur.

Dari proses seleksi tersebut, kelompok ibu mitra asal Banjarmasin Barat, Tengah dan Selatan terpilih sebagai pemenang regional melalui sajian kuliner khas Kalimantan meliputi ketupat kandangan, ikan patin beetup, tumis pakis pedas, iwak haruan, dan oseng rimis yang dinilai paling kuat merepresentasikan kekayaan pangan lokal beserta cerita di baliknya.

Dengan kemampuan mengolah bahan-bahan sederhana yang tersedia di sekitar rumah menjadi hidangan bercita rasa kuat, setiap masakan menghadirkan kisah tentang masa kecil, daya juang, dan kebersamaan yang lekat dalam kehidupan para ibu.

Baca Juga :   PENADAH Motor Curian Diamankan Polresta Banjarmasin

Perpaduan antara cerita dan rasa inilah yang membuat sajian mereka menyatu dan mengantarkan kelompok tersebut melaju ke babak final di Jakarta sebagai perwakilan Kalimantan.

“Bagi kami para ibu, pangan lokal itu dekat dengan keseharian. Kami memasak dengan bahan sederhana yang tersedia dari alam sekitar, menjaga cita rasa keluarga agar terus berlanjut dari generasi ke generasi.

Lewat kuliner, kami berharap tradisi ini tetap hidup sekaligus membuka jalan kesejahteraan bagi keluarga dan komunitas,” ucap Khairiyani, peserta kompetisi memasak asal Banjarmasin Tengah.

Puncak kompetisi akan digelar di Jakarta dalam rangkaian peluncuran produk Amartha Prosper, yang mana para finalis akan berkompetisi di hadapan juri utama dan calon investor.

Skema ini tidak hanya menampilkan kemampuan kuliner Ibu Mitra UMKM, tetapi juga memperkuat narasi pangan lokal, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta hubungan antara UMKM dan ekosistem investasi berkelanjutan.

Melalui kompetisi ini, Amartha ingin menguatkan nilai bahwa UMKM berperan penting dalam merawat keberlanjutan budaya kuliner lokal. Namun, UMKM membutuhkan dukungan berupa akses keuangan yang inklusif dan terjangkau.

Sebab itu, Amartha menawarkan berbagai layanan yang mendukung penguatan ekonomi akar rumput.

Mulai dari layanan investasi mikro yang memungkinkan mitra menyisihkan sebagian keuntungan usaha sebagai dana pendidikan anak maupun dana darurat, layanan warung digital AmarthaLink yang membantu menambah pendapatan mitra, hingga Amartha Prosper sebagai platform investasi berkelanjutan yang diharapkan mampu membantu UMKM untuk memperoleh modal usaha.

“Berangkat dari dapur-dapur sederhana para ibu, Amartha membuka akses layanan keuangan yang inklusif agar tradisi pangan lokal tidak hanya hadir di meja makan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan.

Melalui investasi berkelanjutan, masyarakat diajak untuk ikut berkontribusi menguatkan UMKM perempuan, ekonomi daerah, dan keberlanjutan pangan lokal.

Dari rasa rumahan inilah, Amartha berharap masa depan pangan Indonesia tetap terjaga,” ujar Julie.

Hingga tahun 2025 Amartha telah menyalurkan lebih dari Rp 35 triliun modal usaha kepada 3,3 juta UMKM perempuan, guna memperkuat kewirausahaan mikro, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di Indonesia. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIGREBEK MENTERI LH, Hanif Faisol Dua Pasar di Martapura Kabupaten Banjar
KORBAN TENGGELAM Mengenakan Pakaian Ayahnya, Terseret Radius 10 Kilometer dari Lokasi Awal Kampung Sasirangan
JASAD REMAJA Tenggelam di Sungai Martapura Ditemukan
HARI JADI ke-27 Banjarbaru, Ketua DPRD Kalsel Ajak Perkuat Sinergi
GADIS di Martapura Ditemukan Tewas, dalam Mulutnya Ada Sikat Cuci Baju
HARGA LPG 12 Kg Naik jadi Rp228 Ribu per Tabung
MENTAN: Mulai 1 Juli Indonesia Stop Impor Solar, Mulai Terapkan B50
PENGEROYOKAN di Sungai Andai, Tiga Remaja Ditangkap Polisi

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 23:03

MENTAN: Mulai 1 Juli Indonesia Stop Impor Solar, Mulai Terapkan B50

Kamis, 16 April 2026 - 19:32

RUPIAH Menguat Dipicu Ketegangan Geopolitik yang Mereda

Rabu, 15 April 2026 - 21:42

BANDARA Syamsudin Noor Siap Layani 6.758 Jemaah Haji

Rabu, 15 April 2026 - 21:36

PEMASUKAN Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan

Rabu, 15 April 2026 - 00:18

PERTAMINA Mampu Olah Crude dari Rusia

Selasa, 14 April 2026 - 23:51

PRODUKSI PADI Kalsel Capai 1,3 juta Ton

Selasa, 14 April 2026 - 12:51

KAJI ULANG Program Tiket Pesawat BUMD, Dinilai Berpotensi Memicu Ketidakadilan Usaha

Senin, 13 April 2026 - 13:43

HARGA “BAPOKING” di Pasar Antasari Banjarmasin Ditemukan di Atas Ketentuan

Berita Terbaru

Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Muhammad Zaini (19), Senin (20/4/2026) siang yang tenggelam di Sungai Martapura. (SuarIndonesia/Ist)

Headline

JASAD REMAJA Tenggelam di Sungai Martapura Ditemukan

Senin, 20 Apr 2026 - 15:56

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca