KOMODITAS Kepiting Rajungan Sempat Anjlok, Kini Berangsur Merangkak Naik

Bagikan :
KOMODITAS Kepiting Rajungan Sempat Anjlok, Kini Berangsur Merangkak Naik

SuarIndonesia – Kepiting rajungan yang selama ini menjadi mata pencaharian warga di Desa Tanjung Pangga, Kotabaru, ternyata memiliki nilai ekonomi cukup tinggi bahkan menguntungkan.

Terlebih, komoditas itu juga diakui mampu menembus pangsa pasar dari ratusan hingga jutaan rupiah per kilogramnya.

Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi menyampaikan, apabila pemanfaatan dapat dikelola secara baik dan maksimal.

Maka, prediksi sebagai penyumbang dalam penerimaan di Desa Tanjung Pangga, Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, bisa bernilai dolar.

“Seandainya komoditi ini bisa dimanfaatkan dari hulu ke hilir, harganya tidak lagi Rp. 500 – 600 Ribu, namun bisa melebihi melihat potensi tersebut sangat besar,” ucap Muhammad Yani Helmi saat reses, Sabtu (23/102021)

Kepiting yang hidup di hutan bakau di Desa Tanjung Pangga, Kelumpang Selatan, Kotabaru, mampu dimanfaatkan warga sekitar untuk mata pencaharian sehari hari,

“Saya melihat memang wilayah ini sangat berpotensi besar untuk melakukan pembudidayaan kepiting rajungan bakau, bahkan, untuk pangsa pasarnya sangat bagus,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Kades Tanjung Pangga, Hendra Jainal Rahmadi menjelaskan keuntungan yang didapatkan, diakuinya pernah mendapati harga hingga ratusan ribu bahkan jutaan rupiah.

“Saya akui ini adalah komoditas yang sangat baik dan menjanjikan kedepannya bagi perekonomian masyarakat desa menuju pemulihan di masa pandemi Covid-19. Bahkan, kepiting rajungan bakau ini perlu dilestarikan keberadaannya agar tetap bisa dinikmati hingga penerus kita,” ujarnya.

Meski sempat anjlok karena pandemi. Namun, dia mengungkapkan, kalau baru-baru tadi harga kepiting rajungan bakau kembali terjual normal di pasaran. Bahkan, berangsur-angsur mulai merangkak naik.

“Sempat harga perkilonya di pasaran sekitar Rp8.500 karena dampak dari Covid-19.

Tetapi, setelah melandai dan berada di level 2, penjualannya naik secara drastis mulai dari Rp120.000 yang belum dikupas, kalau sudah dikupas cangkangnya untuk mendapatkan dagingnya mampu berkisar antara Rp550.000 – Rp650.000.

Bahkan, bisa tembus diangka Rp1.000.000 apabila berhasil diborong oleh penikmat kepiting rajungan bakau,” paparnya.

Dirinya berharap, adanya uluran tangan atau bantuan serta pembinaan dari pemerintah daerah dalam mendorong pangsa pasar dari komoditi kepiting rajungan bakau tersebut.

Supaya, perekonomian di desanya juga mampu bangkit dan pulih sesuai potensi hasil laut yang selama ini mampu dimanfaatkan.

“Mayoritas warga kami disini selain memanfaatkan lahan untuk berkebun, sebagian ada nelayan, kami berharap adanya penyuluhan dan pembinaan budidaya ini mampu terealisasi secara baik dan berhasil,” tutupnya. (HM)

 91 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!