SuarIndonesia – Meningkatnya angka stunting di Kalimantan Selatan di 2022, perlu kiranya dilakukan penanganan percepatan penurunan secara serius dari berbagai pihak.
Tercatat ada lima kabupaten tertinggi terkait stunting, yakni Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kotabaru, Hulu Sungai Tengah (HST), Balangan dan Hulu Sungai Utara (HSU).
Komitmen bersama Bank Indonesia perwakilan Kalsel dengan DPRD Kalsel, BKKBN dan juga Biro Keuangan Provinsi Kalsel, mendukung penanganan percepatan penurunan stunting di Banua ini, di gedung DPRD Kalsel. Jumat (10/3/2023).
Ketua DPRD Provinsi Kalsel, DR (HC) H Supian HK, SH, MH mengatakan pihaknya sangat serius menangani masalah stunting bahkan saat ini DPRD Provinsi Kalsel tengah menggodok rancangan peraturan daerah (raperda) untuk mengatasi masalah stunting.
“DPRD Kalsel sangat mendukung penurunan stunting di Banua ini,” kata H. Supian. HK
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Banjarmasin Wahyu Pratomo menjelaskan, banyak dukungan yang dapat dilakukan pihaknya seperti pendampingan UMKM, pengendalian inflasi, ekonomi digitalisasi maupun bentuk lain.
“Tidak kalah penting meningkatkan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat dalam penurunan percepatan stunting,” ucap Wahyu Pratomo
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel, Sopyan mengungkapkan, ada lima pilar percepatan penanganan stunting.
Yaitu komitmen dan visi kepemimpinan, kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku.
Selanjutnya kovergensi, koordinasi dan konsolidasi program pusat, daerah dan desa. Kemudian gizi dan ketahanan pangan serta pemantauan dan evaluasi.
“Kita apresiasi dukungan Bank Indonesia dan DPRD Kalsel dalam penanganan percepatan stunting, dengan harapan dukungan tersebut segera terwujud, sehingga target 14 persen turun stunting tahun 2024 dapat tercapai,” harapnya
Kepala Biro Perekonomian Provinsi Kalsel diwakili Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian, Agussalim mengatakan persoalan stunting telah menjadi fokus utama pihaknya, mengingat Kalsel masuk dalam 12 provinsi prioritas penurunan stunting.
Salah satu upaya yang dilakukan Pemprov Kalsel adalah menurunkan angka inflasi, sehingga daya beli masyarakat akan meningkat dan pada gilirannya akan menurunkan angka stunting.
“Target kita angka stunting di Kalsel akan turun di angka 14 persen pada 2024,” katanya (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















