KOALISI SIPIL Serukan #ResetKPU, Desak Penataan Ulang Sistem

- Penulis

Senin, 22 September 2025 - 01:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia Mike Verawati

Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia Mike Verawati

SuarIndonesia – Koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari berbagai lembaga sipil menyuarakan tagar #ResetKPU untuk mendesak penataan ulang sistem pemilihan umum (pemilu) yang dinilai kini terdapat beragam persoalan.

Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia Mike Verawati yang mewakili koalisi tersebut mengatakan bahwa revisi UU Pemilu harus segera dilakukan mengingat banyaknya masalah pada lembaga penyelenggara pemilu itu, mulai dari masalah sistem teknologi yang buruk, kebijakan yang janggal, hingga etika para anggotanya.

“Kami menyerukan kepada semuanya, kami koalisi yang juga mendorong percepatan revisi UU Pemilu, juga memiliki kepentingan untuk terus menyuarakan ini,” kata Mike dalam rilis secara daring, Minggu (21/9/2025).

Dalam hal itu, menurut dia, koalisi mencatat setidaknya ada sejumlah kebijakan KPU yang bertentangan dengan undang-undang maupun putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

PKPU yang bertentangan itu yakni soal kuota afirmasi keterwakilan perempuan minimal 30 persen dan syarat mantan terpidana korupsi.

Kemudian PKPU soal penghitungan masa jabatan kepala daerah yang menimbulkan permasalahan.

Dan polemik yang terbaru, yakni terbitnya kebijakan KPU yang mengecualikan dokumen persyaratan calon presiden dan calon wakil presiden sebagai informasi publik, alias dirahasiakan.
Walaupun akhirnya kebijakan itu dicabut, Mike menilai KPU tak membuka partisipasi publik dalam sejumlah penerbitan kebijakan.

Dengan dicabutnya kebijakan itu, menurut dia, justru menimbulkan pertanyaan bagi publik.

“Ini mencatatkan bahwa betapa sampai detik ini KPU belum menunjukkan sebagai sebuah lembaga yang benar-benar serius,” katanya.

Baca Juga :   WAMENSESNEG: Istana tak Bisa Intervensi KPU soal Dokumen Capres

Dari sisi sistem, menurut dia, KPU hingga saat ini justru memperlihatkan banyaknya kelemahan dalam penggunaan sistem teknologi dan informasi.

Bukannya memudahkan publik, dia menilai teknologi yang digunakan KPU Justru menjadi penyebab kekisruhan yang terjadi pada Pemilu 2024.

Contohnya, kata dia, pemanfaatan Sistem Informasi Rekapitulasi Pemilu (Sirekap) yang tidak siap saat digunakan.
Saat proses rekapitulasi masih berlangsung, KPU Pun justru menutup akses tabulasi publik dengan menghilangkan tampilan diagram perolehan suara.

“Penutupan akses ini pada akhirnya menyulitkan pengawasan publik, membuka kecurigaan adanya manipulasi suara,” katanya.

Selain masalah sistem dan kebijakan, menurut dia, masalah etika yang dilakukan oleh Ketua KPU sebelumnya juga merusak citra dari lembaga tersebut.

Dia menilai masalah etika tersebut menjadi cikal bakal timbulnya banyak keabsurdan di tanah air.

Sebab, kata dia, tindak-tanduk penyelenggara negara maupun anggota parlemen itu dibangun dari hasil pemilu yang diselenggarakan oleh para penyelenggara pemilu.

“Ini menurut saya catatan paling memperkuat semakin memperburuk kinerja KPU,” katanya dikutip Antara.

Adapun koalisi tersebut terdiri dari Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI), Pusat Studi Hukum Kebijakan (PSHK) Indonesia, Indonesian Corruption Watch (ICW), hingga Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Universitas Andalas. (*/ZI)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PLAZA Seremoni IKN Raih Honour Award
BERTAMBAH LAGI, Peserta SPPI Meninggal saat Latmil Jadi 4 Orang
MANGKIR, Empat Pejabat PDAM Batola Ditangkap Tim Gabungan Kejaksaan dan Dijebloskan ke Lapas
POLRI Rekrutmen Penyandang Disabilitas
DIPERSIAPKAN Pemprov Kalsel Lima langkah Penguatan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat
INDONESIA Hentikan Impor Solar Menyusul mandatori B50
PERTEMUAN Menteri P2MI dengan Gubernur Kalsel, Disampaikan Banyak Anak Muda Potensi Bersaing di Dunia Kerja Internasional
PIDSUS dan PIDUM Diwacanakan Digabung Jadi JAM Operasi

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 22:03

PLAZA Seremoni IKN Raih Honour Award

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:43

RESMI DITUTUP Sekdaprov Kalsel MTQN Tingkat Provinsi di Batola, Piala Bergilir dan Tetap Diraih Kota Banjarmasin

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:16

BERTAMBAH LAGI, Peserta SPPI Meninggal saat Latmil Jadi 4 Orang

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:15

BERGESER JABATAN Sejumlah “PAMEN” Lingkup Polda Kalsel, Termasuk Lima Kapolres

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:30

BEJAT! Paman Cabuli Dua Keponakannya Lima Kali

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:20

DISDIKBUD ‘Digeruduk’ Emak-emak

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:12

3 PENCURI Meteran Air PDAM Diringkus

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:59

RIBUAN PAKET SEMBAKO Disalurkan Polda Kalsel dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

Berita Terbaru

Plaza Seremoni IKN tampak dariu udara. (Foto: Humas OIKN)

Kaltim

PLAZA Seremoni IKN Raih Honour Award

Jumat, 26 Jun 2026 - 22:03

Belanda dan Jepang lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. (IMAGN IMAGES via Reuters/JAY BIGGERSTAFF)

Internasional

PIALA DUNIA 2026: Klasemen dan Tim yang Lolos

Jumat, 26 Jun 2026 - 19:55

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca