KERUH AIR LEDING, Penyebabnya Disebut PDAM Bandarmasih Akibat Kualitas Air Baku

- Penulis

Rabu, 14 Juli 2021 - 04:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Belakangan ini PDAM Bandarmasih menerima komplain, baik langsung maupun melalui media soal air leding keruh. Namun pengaduan tersebut, langsung direspon oleh manajemen PDAM Bandarmasih yang menyatakan bahwa kondisi air baku sedang mengalami penurunan.

Senior Manager Produksi dan Distribusi PDAM Banjarmasin Walino kepada media Selasa (13/7/2021) di Banjarmasin, mengatakan, penurunan kualitas air baku menjadi penyebab kualitas distribusi air kurang maksimal bahkan sebagian ke warga pelanggan warga cenderung kecoklat-coklatan.

Kekeruhan yang terjadi dari sumber air baku yang diambil dari Intake Sungai Tabuk terjadi akibat tingkat kekeruhan melebihi standar perusahaan milik Pemko Banjarmasin ini.

“Memang kondisi air baku kini kerap keruh dan mencapai 250 Ntu hingga 1.000 Ntu lebih. Sementara standar kami maksimal 250 Ntu,” katanya.

Dengan tingkat kekeruhan yang melebihi abang batas itu membuat rumit untuk menetralkan kualitas air. Bahkan pihaknya hingga sekarang ini kerja keras mencari jalan keluar dengan melakukan inovasi, misalnya melakukan penggantian bahan kimia dan upaya lainnya.

Walino juga mengimbau kepada masyarakat soal kesadaran menjaga lingkungan terutama sungai, yakni dengan memperhatikan sampahnya.

Baca Juga :   DIDUKUNG BI dan Bank Kalsel, Banjarbaru Luncurkan Bayar Pajak via QRIS Berhadiah Umrah

Air sungai tentu berkaitan dengan air baku yang digunakan PDAM. Bila sungai tercemar, maka juga akan mempengaruhi kualitas air baku.

“Mudahan kondisi ini segera bisa kita atasi. Dan yang terpenting kita sama-sama menjaga lingkungan, terutama sungai misalnya tidak membuang sampah, dengan begitu sungai terjaga dan air baku berkualitas,” ujar Walino.

Humas PDAM Bandarmasin M Nur Wakhid menambahkan dengan kekeruhan yang melebih batas maksimal 250 Ntu ini berdampak produksi air turun sehingga terjadi penurunan tekanan dengan kualitas yang sedikit mengalami penurunan.

Dengan kondisi ini PDAM Bandarmasih meminta maaf karena membuat ketidaknyaman pelanggan, dan berharap secepatnya kualitas pelayanan maupun produksi air membaik, demikian Humas PDAM Bandarmasin M Nur Wakhid.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian
MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit
PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027
GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin
DIDUKUNG Adaro, PWI Kalsel Bekali 24 Wartawan Hadapi UKW Angkatan XXIV

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:26

KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:01

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:44

KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:52

GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Berita Terbaru

(@detikKalimantan)

Kalsel

TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:14

Wamenko Pangan Hanif Faisol menyapa tim pemadam kebakaran di sela apel sekaligus pemantauan penanganan karhutla di Palangka Raya, Jumat (30/10/2026). (Antara/M Arif Hidayat)

Kalteng

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:01