SuarIndonesia – Belakangan ini PDAM Bandarmasih menerima komplain, baik langsung maupun melalui media soal air leding keruh. Namun pengaduan tersebut, langsung direspon oleh manajemen PDAM Bandarmasih yang menyatakan bahwa kondisi air baku sedang mengalami penurunan.
Senior Manager Produksi dan Distribusi PDAM Banjarmasin Walino kepada media Selasa (13/7/2021) di Banjarmasin, mengatakan, penurunan kualitas air baku menjadi penyebab kualitas distribusi air kurang maksimal bahkan sebagian ke warga pelanggan warga cenderung kecoklat-coklatan.
Kekeruhan yang terjadi dari sumber air baku yang diambil dari Intake Sungai Tabuk terjadi akibat tingkat kekeruhan melebihi standar perusahaan milik Pemko Banjarmasin ini.
“Memang kondisi air baku kini kerap keruh dan mencapai 250 Ntu hingga 1.000 Ntu lebih. Sementara standar kami maksimal 250 Ntu,” katanya.
Dengan tingkat kekeruhan yang melebihi abang batas itu membuat rumit untuk menetralkan kualitas air. Bahkan pihaknya hingga sekarang ini kerja keras mencari jalan keluar dengan melakukan inovasi, misalnya melakukan penggantian bahan kimia dan upaya lainnya.
Walino juga mengimbau kepada masyarakat soal kesadaran menjaga lingkungan terutama sungai, yakni dengan memperhatikan sampahnya.
Air sungai tentu berkaitan dengan air baku yang digunakan PDAM. Bila sungai tercemar, maka juga akan mempengaruhi kualitas air baku.
“Mudahan kondisi ini segera bisa kita atasi. Dan yang terpenting kita sama-sama menjaga lingkungan, terutama sungai misalnya tidak membuang sampah, dengan begitu sungai terjaga dan air baku berkualitas,” ujar Walino.
Humas PDAM Bandarmasin M Nur Wakhid menambahkan dengan kekeruhan yang melebih batas maksimal 250 Ntu ini berdampak produksi air turun sehingga terjadi penurunan tekanan dengan kualitas yang sedikit mengalami penurunan.
Dengan kondisi ini PDAM Bandarmasih meminta maaf karena membuat ketidaknyaman pelanggan, dan berharap secepatnya kualitas pelayanan maupun produksi air membaik, demikian Humas PDAM Bandarmasin M Nur Wakhid.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















