KERAP DIDISKRIMINASI, Penderita HIV/AIDS di Banjarmasin

- Penulis

Senin, 27 Desember 2021 - 22:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia — Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kota Banjarmasin seringkali mendapat diskriminasi di masyarakat, khususnya pengidap penyakit yang berada di Kota Banjarmasin.

Ketua Komunitas Peduli HIV/AIDS Kalsel, Siti Jubaidah membeberkan, hal tersebut terjadi lantaran masih kurangnya edukasi yang diterima masyarakat mengenai penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia itu.

Karena itu menurut Jubaidah, edukasi penting dilakukan. Lantaran masih banyak yang menstigma negatif tentang HIV/AIDS.

Alhasil, diskriminasi di tengah masyarakat pun menurutnya menjadi lumayan tinggi.

“Macam-macam, ada yang dijauhi dan lain sebagainya,” jelasnya.

Lebih jauh, walaupun diterima di masyarakat, terkadang ada pula pengidap yang menstigma dirinya sendiri. Untuk itulah, menurut Jubaidah, pentingnya edukasi.

Namun, terlepas dari hal itu, kini Jubaidah mengaku dapat bernapas sedikit lega, lantaran upaya pihaknya bersama masyarakat, akhirnya didengar juga oleh pemerintah.

Salah satunya, dengan adanya komitmen Pemko Banjarmasin, yang menyediakan bantuan berupa anggaran.

“Alhamdulillah setelah beberapa kali audiensi, advokasi, akhirnya direspons dengan baik,” ucapnya.

“Sebelumnya, kami sempat kesulitan. Bahkan terabaikan,” ungkapnya.

Baca Juga :

LEBIH 300 Kasus HIV-AIDS Ada di Banjarmasin, Tertinggi di Kalsel

Jubaidah pun lantas mencontohkan ketika mereka terabaikan itu, yakni, mati surinya Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kota Banjarmasin.

Baca Juga :   KEMENAG KALSEL Kirim Kontingen ke Kemah Pramuka Madrasah Nasional 2024

“Tahun 2017 sudah mati suri. Dan tahun 2018 itu terakhir berkegiatan, kolaps lantaran tak ada dukungan pendanaan dari pemerintah. Tapi kini, syukurlah, ada anggaran yang dialokasikan untuk pencegahan HIV,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, kondisi pandemi Covid-19 yang saat ini masih menghantui Kota Banjarmasin sedikit banyaknya juga mempengaruhi bertambahnya kasus HIV/AIDS.

Ia menilai, di tengah pandemi, pengidap atau pun tidak, menjadi tak berani ke tempat pelayanan penanganan HIV.

“Kemudian, ada pula yang putus obat, karena takut ke rumah sakit lantaran pandemi,” ungkapnya.

Soal lain, yakni lantaran mereka yang berisiko tinggi tertular lebih menjadi tertutup. Alhasil, edukasi pun menjadi susah dilakukan.

Ia pun mengharapkan, adanya pendanaan itu bisa menjadi dasar untuk kembali membantu melakukan upaya pencegahan. Misalnya, sosialisasi tentang HIV/AID ke sekolah-sekolah, masyarakat, ke warga peduli HIV/AIDS.

“Tujuannya, supaya bisa mendeteksi lebih dini, dan mereka yang menganggap dirinya berisiko, bisa sadar diri untuk pergi ke pelayanan penanganan HIV,” jelasnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji
KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan
KAKEK TUKANG PIJAT Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Pohon dengan Wajah Berlumur Darah
KALSEL WASPADA ! Tercatat Secara Nasional 3.609 Titik Panas, Kementerian LH Bentuk Satgas Pencegahan Karhutla
LENGKAPI FASILITAS Penunjang Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Dialokasikan 5 Miliar
GAGAL BERANGKAT Tiga CJH Koloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Satu Meninggal Dunia
DITERBANGKAN 360 CJH Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Anggota DPRD Kalsel Ikuti Melepas
CATATAN BPK Belasan Izin Tambang di Kalsel Wewenang Pusat dan Provinsi

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 19:44

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji

Jumat, 24 April 2026 - 19:26

KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan

Jumat, 24 April 2026 - 18:34

KAKEK TUKANG PIJAT Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Pohon dengan Wajah Berlumur Darah

Jumat, 24 April 2026 - 13:58

LENGKAPI FASILITAS Penunjang Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Dialokasikan 5 Miliar

Jumat, 24 April 2026 - 13:45

GAGAL BERANGKAT Tiga CJH Koloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Satu Meninggal Dunia

Jumat, 24 April 2026 - 13:27

DITERBANGKAN 360 CJH Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Anggota DPRD Kalsel Ikuti Melepas

Kamis, 23 April 2026 - 22:48

CATATAN BPK Belasan Izin Tambang di Kalsel Wewenang Pusat dan Provinsi

Kamis, 23 April 2026 - 21:47

PERISTIWA TEWASNYA NENEK Diungkap Polisi Kronologi Kecelakaan

Berita Terbaru

Jemaah calon haji saat berada di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru, Kalsel, untuk keberangkatan kloter pertama pada Jumat (24/4/2026) dini hari. (Foto: Antara/Firman)

Bisnis

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:44

Iffa Rosita, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. (Foto: Humas OIKN)

Politik

PEMILU 2029, KPU Siapkan Dapil Khusus IKN

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:37

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca