KEPUTUSAN Peniadaan Mudik Lebaran 1442 Hijriah Diintegrasikan Polda Kalsel dengan Ops Ketupat Mulai T7 Mei

KEPUTUSAN Peniadaan Mudik Lebaran 1442 Hijriah Diintegrasikan Polda Kalsel dengan Ops Ketupat Mulai T7 Mei

SuarIndonesia -Secara teknis upaya untuk menegakkan keputusan peniadaan mudik Lebaran 1442 Hijriah  akan diintegrasikan dengan Ops Ketupat yang akan dimulai tanggal 7 Mei.

Pemeriksaan terhadap warga yang akan melintasakan dilaksanakan di pos-pos penyekatan baik yang berada di perbatasan antar Provinsi Kalsel dengan provinsi tetangga maupun pos penyekatan di dalam Provinsi Kalsel.

“Cara bertindak dipenyekatan itu hentikan kendaraan, periksa surat, KTP dan surat izin keluar-masuk,” kata Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto melalui Karo Ops Polda Kalsel, Kombes Pol Nur Subchan, Kamis (22/4/2021).

Selama masa peniadaan mudik, tidak ada aktivitas mudik yang diperbolehkan kecuali termasuk dalam pengecualian seperti perjalanan dinas kerja, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka serta kepentingan ibu hamil atau melahirkan.

Itu pun harus dilengkapi dengan syarat dokumen kesehatan.

Selain peniadaan mudik yang berlaku mulai Tanggal 6 hingga 17 Mei Tahun 2021, Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 juga memperketat syarat perjalanan sebelum dan sesudah masa peniadaan mudik lebaran 1442 Hijriah.

Pengetatan syarat perjalanan pada masa pra peniadaan mudik berlaku mulai Tanggal 22 April hingga 5 Mei dan pada masa pasca peniadaan mudik Tanggal 18 hingga 24 Mei.

Kebijakan yang dituangkan dalam Adendum Surat Edaran Kasatgas Penanganan Covid-19 Tentang Peniadaan Mudik Idul Fitri 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Covid-19 selama Ramadan juga berlaku di Kalsel.

Dimana setiap orang yang ke luar atau menuju Kalsel di masa pra dan pasca peniadaan mudik disyaratkan memiliki dokumen kesehatan yang telah ditentukan.

Yaitu hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen maksimal 1 x 24 jam sebelum perjalanan dan juga hasil negatif genose C19 sebelum keberangkatan.

Seperti disampaikan Kapolda Kalsel, sebelumnya siap mendukung kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan masif Covid-19 di Bulan Ramadan dan Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah tersebut.

Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalsel dan Korem 101/Antasari pun sudah dilakukan dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula Rupatama Mako Polda Kalsel, pada Rabu lalu (22/4/2021).

Pada bagian lain Karo Ops mengingatkan, seusai keputusan pemerintah, bagi masyarakat yang terpaksa melakukan perjalanan yang termasuk dalam pengecualian wajib melakukan isolasi di lokasi yang ditentukan selama lima hari. (ZI)

 

 702 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: