KELOMPOK PREMAN “Kasus Berdarah” di Desa Mangkauk, Tersangka Bertambah dan Diperiksa Level Manajer

- Penulis

Selasa, 18 April 2023 - 19:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Jumlah tersangka kasus pembunuhan di  Desa Mangkauk, Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Banjar, bertambah

Dari keterangan diperoleh, Selasa (18/4/2023) jumlah itu dengan adanya temuan baru indikasi atas keterlibatan tersangka lainnya dan akan memeriksa pihak peruhsaan atau level manajer.

“Iya hingga kini sudah ada 8 orang,” kata  Kapolda Kalsel, Irjen Pol Andi Rian R Djajadi.

Tambahan tersangka baru ini lanjjt Kapolda Kalsel, masih terkait dengan peristiwa yang terjadi saat itu.

“Intinya masih terkait kelompok preman,” tambahnya.

Dijelaskan bahwa penyidik dalam waktu dekat akan kembali memeriksa pihak perusahaan yang diduga  terlibat dalam peristiwa.

Seperti diketahui kejadian pengeroyokan oleh para tersangka, terjadi pada Rabu (29/3/2023).

Korban Sabriansyah (63), sekaoin luka bacokan juga luka tembakan dan jasadnya ditemukan di perkebunan karet desa setempat.

Pada mula ada 5 ditetapkan tersangka oleh penyidik dengan kasus berlatarbelakang tanah warga dengan tambang batubara PT Jaya Guna Abadi (JGA), berinisial Y, R, YF, S dan juga AB.

Hingga kemudian bertambah 3 orang lagi, yakni SF, AK dan I, dengan total menjadi 8 tersangka.

Tiga tersangka terakhir tersebut sudah diamankan  penyidik sejak 4 April 2023.

Baca Juga :   PETAKAN TITIK RAWAN Balap Liar, Polresta Gandeng Polres Wilayah Sekitar Perkuat Pencegahan

Dari kasusnya pula, ada Humas PT JGA, berinisial AB, ditetapkan sebagai tersangka karena diduga kuat memberi perintah.

“Kami juga masih akan melakukan pemanggilan untuk diperiksa beberapa staf di atas, masih level manajer.

Kita juga masih memburu beberapa tersangka,” jelas kapolda.

Khususnya tersangka yang menembak serta pemilik senjata api yang digunakan saat  pembunuhan.

Pembunuhan bermula dari dugaan sengketa lahan antara kerabat korban bernama Muhammad dengan perusahaan tambang.

Muhammad klaim memiliki lahan seluas 10 ribu meter persegi, sesuai Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 584/Mangkauk.

Sementara itu, truk milik perusahaan tambang batu bara melintasi lahan yang diklaim milik Muhammad.

Kemudian, Muhammad menggugat perusahaan itu ke Pengadilan Negeri (PN) Martapura pada 13 Maret 2023. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya
KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan
KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:00

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:19

AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:19

KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:44

KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:13

MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:09

PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027

Berita Terbaru