KASUS PENCURIAN MUR Jembatan Bromo Dilaporkan PUPR ke Polisi

Bagikan :
KASUS PENCURIAN MUR Jembatan Bromo Dilaporkan PUPR ke Polisi

SuarIndonesia — Banyaknya mur Jembatan Pulau Bromo, Mantuil, yang viral di sosial media (sosmed) belakangan ini akhirnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Bukan tanpa alasan, hal tersebut dilakukan oleh pihak Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin lantaran jumlah mur yang hilang tidak sedikit.

Dalam keterangan pers yang disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Riny Subantari membeberkan, bahwa jumlah mur M19 dengan material high tension steel yang hilang ini terdiri dari 100 buah mur drat kiri dan 100 buah mur drat kanan.

Alhasil, kerugian yang ditimbulkan akibat hilangnya ratusan mur tersebut diperkirakan sebesar Rp3.860.000.

Karena itu, Riny menuturkan bahwa pada Senin (10/1/2022) pihaknya atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin melaporkan peristiwa itu ke Polsek Banjarmasin Selatan..

“Ini masuk dalam Pidana Pencurian Sebagaimana Dimaksud dalam Pasal 363 KUHPidana,” ujarnya, Selasa (11/1/2022) di Balai Kota.

Benar saja, Riny pun membuka copy-an surat pelaporan tersebut dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/007 /1/2022/SEKTOR BJM SELATAN/RESTA BJM/POLDA KALSEL tanggal 10 Januari 2022 di Polsek Banjarmasin Selatan, kepada awak media.

 

KASUS PENCURIAN MUR Jembatan Bromo Dilaporkan PUPR ke Polisi (2)

 

Ia menceritakan, hilangnya mur tersebut diketahui ketika pihaknya melakukan pengecekkan kondisi jembatan yang menghubungkan Jalan Halinau RT 09/RW 02 dengan Kampung Ujung Benteng RT 06/RW 03 di Kelurahan Mantuil itu bersama kontraktor pada 5 Januari 2022 yang lalu.

“Pas melihat di sana kami kaget juga. Kok bisa banyak yang hilang,” ujarnya.

Kendati demikian, saat ini ia memastikan bahwa mur yang sesuai sebagai pengganti mur yang hilang telah dipesan oleh kontraktor pelaksana dan dalam proses pabrikasi di Jakarta. Karena mur dengan jenis yang sama tidak tersedia di Banjarmasin.

“Pemasangan mur kembali segera setelah pesanan diterima di Banjarmasin. Rencananya mur pada batang penggantung ini akan di las agar tidak mudah lepas,” tandasnya.

Tidak hanya itu, guna pemantauan dalam rangka pemeliharaan aset Jembatan Antasan Bromo, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Komunikasi dan Informatika juga berencana untuk memasang CCTV di lokasi jembatan.

“Untuk titik lokasinya pihak Diskominfotik yang menanganinya,” ungkap Riny.

Baca Juga :

RAIB DICURI 80 Mur Jembatan Brom, PUPR: Jangan Berbuat Begitu Sebab Merugikan

Dengan kejadian ini Dinas PUPR Kota Banjarmasin selaku penyelenggara sekaligus penanggung jawab atas konstruksi Jembatan Antasan Bromo mengimbau agar warga masyarakat di sekitar lokasi jembatan, baik perorangan maupun kelompok, serta pengunjung untuk dapat bersama-sama memelihara, menjaga keutuhan dan keamanan prasarana Jembatan Antasan Bromo sebagai aset sekaligus ikon Kota Banjarmasin yang patut dijaga dan dilestarikan.

Lantas, apakah kondisi itu bakal membahayakan keselamatan pengguna jembatan? Mengingat jembatan tersebut merupakan satu-satunya fasilitas penyeberangan bagi warga di sana.

Terkait hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Jembatan di Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Thomas Sigit Mugiarto mengatakan bahwa hilangnya ratusan mur ini memang tidak mengganggu fungsi jembatan.

Ia menjelaskan, komponen jembatan yang hilang ini merupakan mur pengunci pengamanan tambahan yang menghubungkan batang penggantung (hanger) yang fungsinya sebagai pemikul utama yang meneruskan gaya yang diterimanya ke kabel utama (main cable).

“Jadi beban mati dan beban lalu lintas jembatan didukung penuh oleh kabel utama (main cable)/kabel baja ini,” jelasnya.

Kemudian, ia mengakui bahwa jumlah mur yang hilang ini lebih banyak dibandingkan mur yang masih terpasang.(SU)

 121 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

1 Comment

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.