SuarIndonesia – Kepala Kepolisian Dawrah Kalimantan Tengah (Kaapolda Kalteng) Irjen Pol Nanang Avianto dan Komandan Resor Militer (Danrem) 102 Panju Panjung, Brigjen TNI Bayu Permana, cek mobil dirusak massa serta melakukan patroli terpadu di lokasi kericuhan di PT BJAP Kabupaten Seruyan, Sabtu (8/7/2023).
Kedatangan Kapolda dan Danrem bersama sejumlah pejabat utama Polda Kalteng dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah hukum Polres Seruyan.
Diketahui, lokasi kericuhan di perusahaan besar swasta perkebunan kelapa sawit PT BJAP (Bangun Jaya Alam Permai), ini berada di Desa Suka Mandang dan Desa Rantau Pulut, Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan
Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan, Pak Kapolda juga mengecek kerusakan yang terjadi pada aset perusahaan dan kendaraan dinas Polri.
Dikatakan, Kapolda selain mengecek tempat kejadian juga dan konsolidasi bersama seluruh personel.
“Tujuannya ialah berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berkaitan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi pasca unjuk rasa,” tambah Kombes Pol Erlan.
Sisi lain, Kapolda menyampaikan kepada para personel pengamanan untuk melaksanakan tugas dengan humanis dan profesional.
“Tetapi apabila memerlukan tindakan tegas dan terukur, personel pengamanan harus melakukan sesuai SOP (Standar Operasi Prosedur,” lanjut Kabid Humas.
Kapolda bahkan akan menyelesaikan permasalahan tersebut hingga tuntas bersama dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat.
Mengimbau masyarakat untuk patuh dan taat pada hukum yang berlaku, serta menjaga iklim investasi di wilayah Kalimantan Tengah.
Sedangkan Danrem 102 Panju Panjung, menyampaikan kepada para personel baik TNI maupun Polri untuk terus menjaga kekompakan dan soliditas.
Dalam bentrokan tersebut, mobil dinas Kapolres Seruyan, AKBP Ampi Mesias Von Bulow dan mobil lainnya dirusak massa.”Saat ini situasi sudah terkendali,” tambah Kabid Humas.
Sebelum itu lanjutnya, awalnya aksi unjuk rasa di PT BJAP, dengan massa sedikitnya 300 orang. Mengetahui akan adanya aksi unjuk rasa, Polres Seruyan dan personel gabungan turut membantu dalam melakukan pengamanan.
Massa menuntut kepada PT BJAP terkait plasma yakni perkebunan rakyat yang dalam pengembangannya diintegrasikan pada Perusahaan Besar Swasta (PBS) maupun Perusahaan Besar Negara (PBN) sebesar 20 persen.
Awalnya massa datang dari beberapa desa sekitar PT BJAP, seperti dikutip MNC Media, seperti Sukamandang dan Rantau Pulut Kabupaten Seruyan. Ada juga dari Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim).
Tuntutan massa aksi tidak dipenuhi oleh pihak PT BJAP dan memanas hingga tak dipertemukan dengan pihak perusahaan, akhirnya merusak fasilitas kantor dan beberapa kendaraan yang berada di sekitar lokasi.
Untungnya hingga kini belum ada laporan terkait korban, dan juga telah dilakukankoordinasi dengan Forkopimda) dan stakeholder untuk menyelesaikan permasalah. (*/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















