KALSEL Perkuat Peran Brigade Pangan Lewat Sekolah Lapang Alsintan 2026

- Penulis

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Balai Pengelolaan Sarana dan Prasarana Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSPTPH) Provinsi Kalsel Wahdah (kiri) meninjau perbaikan alat mesin pertanian (alsintan) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (23/1/2026). (Foro: Dok Pemprov Kalsel)

Kepala Balai Pengelolaan Sarana dan Prasarana Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSPTPH) Provinsi Kalsel Wahdah (kiri) meninjau perbaikan alat mesin pertanian (alsintan) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (23/1/2026). (Foro: Dok Pemprov Kalsel)

SuarIndonesia — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat peran Brigade Pangan sebagai garda terdepan ketahanan pangan melalui Sekolah Lapang Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) 2026 yang menekankan pembelajaran berbasis praktik langsung di lapangan.

Kepala Balai Pengelolaan Sarana dan Prasarana Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSPTPH) Provinsi Kalsel Wahdah di Banjarbaru, Jumat (23/1/2026), mengatakan program tersebut diarahkan untuk memastikan bantuan alsintan dari pemerintah pusat dapat dimanfaatkan secara optimal serta meningkatkan kemampuan petani dalam pengoperasian dan perawatan alat.

“Sekolah Lapang Alsintan dirancang tidak sebatas transfer materi, melainkan praktik langsung yang menyesuaikan kebutuhan petani di daerah sehingga tepat sasaran,” ujar dia.

Pada 2026, BPSPTPH Kalsel merencanakan tiga kali pelaksanaan Sekolah Lapang Alsintan, masing-masing dua kali di Kabupaten Tanah Laut dan satu kali di Kabupaten Barito Kuala. Kegiatan dijadwalkan berlangsung pada April hingga Juni 2026 dengan total target sekitar 90 peserta atau 30 orang per kegiatan.

“Meski anggaran 2026 berkurang cukup signifikan sebesar Rp1,7 miliar atau turun hampir 50 persen dibanding 2025 sebesar Rp3,5 miliar, kami tetap berupaya maksimal memberikan pelayanan terbaik bagi petani, khususnya di kabupaten yang melaksanakan sekolah lapang,” tuturnya.

Pada 2025, Sekolah Lapang Alsintan telah digelar di tiga kabupaten, yakni Barito Kuala, Tanah Laut, dan Kabupaten Banjar. Namun, pada 2026 kegiatan di Kabupaten Banjar belum dapat dilaksanakan karena keterbatasan anggaran.

Baca Juga :   BUPATI BALANGAN Hadiri Rakernas ke- XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia

BPSPTPH Kalsel tetap membuka peluang pengusulan tambahan anggaran melalui APBD Perubahan agar program serupa dapat menjangkau kabupaten lain yang telah menyampaikan permintaan, seperti Tanah Bumbu, Hulu Sungai Utara, serta sejumlah daerah lainnya.

Wahdah menilai antusiasme petani terhadap Sekolah Lapang Alsintan sangat tinggi karena Brigade Pangan memperoleh pemahaman langsung terkait pengoperasian, perawatan, hingga perbaikan ringan alsintan.

“Minimal mereka memiliki dasar. Jika terjadi kerusakan ringan, bisa ditangani sendiri. Itu yang membuat mereka antusias mengikuti sekolah lapang,” ujar Wahdah melansir AntaraNews.

Pada masa mendatang, BPSPTPH Kalsel menargetkan peningkatan frekuensi pelatihan menjadi lima hingga enam kali dalam setahun agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas.

Wahdah berharap peserta mampu sekolah lapang dapat menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada kelompok tani lain di daerah masing-masing.

Ia menegaskan penguatan kapasitas Brigade Pangan menjadi semakin strategis seiring ditetapkannya Kalimantan Selatan sebagai salah satu provinsi prioritas nasional dalam pengembangan dan penguatan ketahanan pangan.

“Ini menjadi alasan kuat bagi kami untuk terus mendorong tambahan anggaran karena dampaknya langsung dirasakan petani dalam mendukung program strategis nasional,” ujar Wahdah. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian
DATA SENSUS EKONOMI Bukan untuk Kepentingan Pajak
KALSEL Masih jadi “Lahan Bisnis Haram” Jaringan Narkotika, Diungkap Polda 128 Kg Sabu
BERPOLEMIK Pengelolaan Parkir Samsat Banjarbaru, Pemerintah Tetapkan Gratis Oknum Pengelola Tarik Iuran
“GROUNDBREAKING” Sumur Bor dan Bedah Rumah Dilaksanakan Polda Kalsel
TABRAKAN KAPAL: Lima Selamat dan Satu Hilang
DANREM 101/ANT, Ajak Prajurit Tingkatkan Keimanan dan Profesionalisme di Momentum Tahun Baru Islam
PERTAMINA KALSEL Sanksi Tutup Operasional SPBU “Nakal” Jalan Pramuka, dari Awal Tahun Dilayangkan 15 Surat Peringatan di Lokasi Lain

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:10

KASUS MBG: Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Jadi Tersangka

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:04

KASUS MBG, KPK: Sementara tidak Dilanjutkan Penyelidikan

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:57

KPK: Terjadi Dugaan Pemerasan di Kanim pada Sejumlah Daerah

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:43

GERAKAN 7 KAIH Perkuat Pendidikan Karakter Murid SPNF

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:36

DIPERCEPAT Hilirisasi Perkebunan Rakyat 870 Ribu Hektare

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:08

“GROUNDBREAKING” Sumur Bor dan Bedah Rumah Dilaksanakan Polda Kalsel

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:41

KASUS MBG: Besok, Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:31

DISIAPKAN Stimulus Tarif Transportasi Semester II 2026

Berita Terbaru

Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso, saat menghadiri konferensi pers pengungkapan barang bukti narkoba yang digelar Polda Kalsel, Kamis (18/6/2026) (SuarIndonesia/Adv)

Advertorial

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Kamis, 18 Jun 2026 - 21:18

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca