Suarindonesia – Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Polisi M Iqbal, akan melaporkan kondisi Kalimantan Selatan (Kalsel) kepada Kapolri, Jenderal Tito Karnavian.
“Iya ini langsung akan disampaikan ke Pa Kapolri, terutama soal Aplikasi Bekantan, yang ada di Dit Reskrimsus Polda Kalsel.
Termasuk soal penanganan pembakaran lahan yang tahap penyelidikan dan diantaranya ada yang sudah cukup alat bukti,” kata Irjen Polisi M Iqbal, ketika melihat langsung Aplikasi Bekantan ini, usai menutup kegiatan sosialisasi Pemantauan Siber dan Analisis Media Div Humas Polri di Aula Mapolda Kalsel, Kamis (22/8).
Aplikasi itu diketahui, bisa cepat dalam pelaporan atau menginformasikan adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi atau diketahui.
Irjen Polisi Iqbal, ketika itu dengan serius mendengarkan penjelasan dari Direktur Reskrimsus Polda Kalsel, Kombes Pol Rizal Irawan, soal bagaimana cara aplikasi itu memantau karhutla di daerah ini.
Bahkan Iqbal sangat mengapresiasi atas keberataan aplikasi tersebut.”Ini nanti saya sampaikan langsung ke Kapolri,” ujarnya lagi.
Sementara Kombes Pol Rizal Irawan ketika ditanya awak media mengatakan, memang selama ini ada beberapa wilayah terjadi karhutla.
Cukup rawan seperti Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut, meski ada pula di daerah lainnya.
“Dari semua itu ada sekitar 28 yang sudah pihaknya tangani tahap penyelidikan.
Tapi tapi dari ke-28 ini yang sudah cukup alat bukti baru satu yang ditangani Polres Banjar,” tambahnya.
Diketahui sebelumnya, anggota TNI dan Polri, tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) penyergapan di lokasi pembakar lahan wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (21/8).
Dari penyergapan itu, ada tiga orang yang diduga membakar lahan ditangkap beserta sejumlah barang bukti.
Dugaan pembakaran itu terjadi di Sungai Ulin, Kota Banjarbaru dan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.
Pada bagian lain disinggung soal Aplikasi Bekantan, ini katanya merupakan singkatan “Berantas Kebakaran Lahan dan Hutan”.
“Jadi memang aplikasi ini diperuntukkan terbagi ada dua yakni untuk masyarakat ataupun anggota Polri.
Bagi masyarakat itu dengan dia mendownload aplikasi di Google Playstore, kemudian start download dia bisa melaporkan setiap kejadian kalau ada kebakaran.
Memotret di situ sudah ada Open Camera akan diketahui dimana titik api berada ya jadi sifatnya pelaporan dari masyarakat secara real-time,” jelasnya.
Kemudian bagi anggota Polri oleh Kapolda Kalsel, Irjen Polisi Yazid Fanani, diwajibkan seluruhnya mendownload.
“Itu akan mendapatkan notifikasi apabila ada ada titik api, jadi nanti posko di sini akan memantau seluruh satelit yang ada.
Sesuai dengan tujuannya untuk menanggulangi munculnya hotspot atau titik api yang terpantau di satelit yang disampaikan secara realtime oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), serta merespon cepat setiap laporan.
Aplikasi Bekantan jadi andalan Polda Kalsel karena sangat efektif dalam pencegahan dini agar lahan yang terbakar tidak sampai meluas karena cepat dipadamkan.
“Dari sini kita himpun kemudian petakan secara realtime di mana muncul titik api disitulah petugas dari posko akan memberikan informasi ataupun notifikasi kepada petugas terdekat dan akan tahu di mana lokasi api termasuk juga jalan ke arah sana,” jelas Kombes Pol Rizal. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















