JEMPUT BOLA! Didatangi 3.000 ASN Pemko untuk Jadi Sasaran Vaksin

- Penulis

Jumat, 26 Maret 2021 - 20:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyuntikan Vaksi covid 19 di kota banjarmasin

Penyuntikan Vaksi covid 19 di kota banjarmasin

 

Suarlndonesia – Pekan depan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin bakal kembali menggelar vaksinasi massal yang ditujukan bagi seluruh ASN Pemerintah Kota (Pemko) setempat.

Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Machli Riyadi menjelaskan, vaksinasi massal tersebut akan dimulai pada Senin hingga Jumat mendatang.

Pihaknya menargetkan 50 persen dari jumlah keseluruhan ASN Pemko Banjarmasin yang menjadi sasaran penerima vaksin produksi Sinovac tersebut.

“Sebanyak 3.000 orang dari jumlah keseluruhan 6.000 lebih akan jadi sasaran vaksinasi pelayan publik selanjutnya,” ungkapnya saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Jumat (26/3/2021) siang.

Metode yang dipakai dalam vaksinasi yang diharap menjadi salah satu upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan ini digelar dengan cara jemput bola.

“Jadi setiap instansi pemerintahan akan kita datangi untuk divaksin. Khususnya bagi petugas kesehatan yang berasal dari puskesmas terdekat dari kantornya,” jelas pria dengan sapaan Machli itu.

 

vaksin covid 19

 

Untuk itu, ia mengharapkan kesediaan ASN agar divaksin. Ia juga mengatakan bahwa vaksinasi yang dilakukan itu merupakan perintah langsung dari Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota setempat.

“Karena ASN mesti jadi contoh bagi warga lain,” tegasnya.

Di sisi lain. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P), mengeluarkan surat edaran terbaru terkait optimalisasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Surat bernomor HK .02.02/1/653/2021 itu menjelaskan penambahan alternatif interval penyuntikan dosis pertama dan kedua, yakni 28 hari. Untuk populasi dewasa.

Alternatif itu dapat dipilih dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi yang menyasar populasi dewasa maupun lansia secara bersamaan.

Lantas, bagaimana dengan di Kota Banjarmasin? Pemko Banjarmasin melalui dinkes setempat pun mengeluarkan surat edaran menyikapi hal itu pada 24 Maret lalu.

Seperti yang diketahui. Mulanya, pemberian penyuntikan dosis kedua, bisa diberikan dalam kurun waktu 14 hari seusai penyuntikan dosis pertama.

Baca Juga :   WASPADAI! Potensi Gelombang Tinggi

Namun kini, hal itu tak lagi dilakukan. Melainkan, menunggu hingga 28 hari. Atau sama dengan kategori lansia.

Lantas, apakah interval yang panjang itu tidak berefek dengan imun tubuh seseorang untuk penyuntikan dosis pertama?

Terkait hal itu, Machli mengatakan bahwa hal itu tidak lah apa-apa. Malah menurutnya hal itu justru menyempurnakan imunitas di tubuh seseorang.

“Kemudian, hal itu juga justru mengefisiensikan pelaksanaan kegiatan. Jadi bersama-sama penyuntikan dosis keduanya,” ucapnya.

Berdasarkan hal tersebut, maka bagi yang sebelumnya sudah terjadwal bakal menerima dosis vaksin kedua 14 hari kemudian, akan dimundurkan lagi selama 14 hari.

Di sisi lain, beredar kabar, disamakannya waktu penyuntikan dosis kedua yakni selama 28 hari itu lantaran bila terlalu cepat disuntikkan justru menambah banyak kasus positif.

Terkait hal itu, Machli membantahnya. Ia mengatakan, bukan hal itu penyebabnya. Melainkan lantaran COVID-19 sudah ada di tubuh yang bersangkutan. Namun, tak diketahui alias tidak bergejala.

Kemudian, bisa pula terjadi karena yang bersangkutan abai terhadap disiplin protokol kesehatan.

Lebih lanjut, Machli juga menepis anggapan bahwa surat edaran yang dikeluarkan dinkes terlalu mendadak.

Pasalnya, ada banyak warga atau pemberi pelayanan publik bakal mendapatkan vaksin dosis kedua dalam waktu dekat.

“SE Kemenkes, tanggal 15 Februari. Mengapa dinkes mengeluarkan SE pada 24 Maret, karena baru menerimanya (SE Kemenkes) tiga hari yang lalu. Jadi sama sekali tidak mendadak,” tutupnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker
OPERASI PATUH INTAN 2026 Polresta Banjarmasin Kerahkan 85 Personel, ETLE Dioptimalkan
SERATUS PERSONEL BKO Perkuat Penanganan Karhutla di Kalsel, Diterima Kapolda

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca