SuarIndonesia – Keberadaan Jembatan Sei Lulut yang baru saja diresmikan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, mempunya desain yang unik.
Betapa tidak, kehadiran jembatan yang baru ditingkatkan ini bisa dilalui kelotok ataupun perahu kecil bermesin.
Pun halnya dengan Jembatan Sei Gardu I yang sama-sama baru diresmikan juga bisa dilalui kelotok dan perahu.
“Tinggi jembatan sekitar 1 sampai 2 meter untuk melancarkan lalu lintas, dan di bawah jembatan bisa dilewati kelotok dan perahu tanpa perlu menunggu air surut,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, Roy Rizali Anwar, Kamis (27/2./2020), di sela peresmian Jembatan Sei Gardu I, Sei Gardu II, dan Jembatan Sei Lulut.
Secara teknis Roy menjelaskan pengerjaan renovasi ketiga jembatan memakan waktu 300 hari.
Konstruksi jembatan dilebarkan menjadi menjadi 10 hingga 12 meter. “Sebelumnya hanya empat meter saja,” kata dia.
Sementara itu, Gubernur Kalsel, H Sahbrin Noor, menambahkan kemacetan sangat menjengkelkan bagi siapapun. Dengan hadirnya jembatan ini bisa memperlancar arus lalulintas.
“Terimakasih kepada warga Sei Lulut dan Pihak Pemko Banjarmasin serta Pemkab Banjar yang sudah mendukung pembebasan lahan pada awal kegiatan proyek, sehingga jembatan bisa dilebarkan dan ditingkatkan,” kata Sahbirin Noor.
Disampaikan pria yang akrab disapa Paman Birin tersebut, peningkatan infrastruktur yang dilakukan pemprov tidak lain untuk melayani rakyat.
“Khususnya dalam momentum Haul Ke 15 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau kerap disebut Guru Sekumpul Tahun 2020.
Alhamdulillah pekerjaan ketiga jembatan terselesaikan sebelum Haul Guru Sekumpul,” kata dia.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















