Jelang Pemilu 17 April 2019 Media Dituntut Berperan Tangkap Berita Hoax

- Penulis

Senin, 11 Maret 2019 - 20:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Jaringan Demokrasi Indonesia Kalimantan Selatan menghimbau media massa dapat mengambil peran lebih untuk menangkal berita-berita hoax menjelang pelaksanaan kegiatan Pemilu 2019, yang kini makin gencar dibagikan melalui media sosial ataupun di dunia nyata.

Menurut Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Kalsel H Samahuddin Muharram dalam acara dialog media untuk menangkal berita hoax menjelang Pemilu 2019 di Rumah Anno 1925 Banjarmasin, Senin (11/03/2019), banyak serangan berita hoax khususnya untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden.

“Kadang berita-berita yang beredar mengenai kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden ini tidak sesuai data dan fakta, hendaknya media mengambil peran untuk meluruskannya,” ungkapnya.

Karena itulah, menurut Samahuddin, masih sekitar 10 persen dari jumlah pemilih di negeri ini belum menentukan pilihannya, salah satu sebabnya akibat banyaknya berita hoax ini.

“Jadi mereka masih bimbang menentukan pilihan, akibat perang berita hoax ini yang dilakukan para tim dalam merebut simpati para pemilih,” tutur mantan ketua KPU Kalsel tersebut.

Bahkan, ucap Samahuddin, pihaknya menggelar acara dialog media ini dengan harapan pesan-pesan moral dapat tersebar kemasyarakatan melalui media massa yang betul-betul terpercaya.

“Jangan sampai mereka menelan bulat-bulat berita yang beredar di media sosial atau cerita nyata yang tanpa ada data dan informasi yang valid dari narasumber yang berkompeten,” katanya.

Karenanya, pihaknya mengundang secara langsung para narasumber berkompeten dalam acara dialog ini, yakni, Anggota JaDI Kalsel sekalian peneliti media sosial Banjarmasin Khairiadi Asa.

Kemudian, Kepala Kesbangpol Kalsel Drs H Adi Santoso, Cybercrime Diskrimsus Polda Kalsel yang diwakili Ipda Abdul Somad, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel H Zainal Hilmi dan aktivis HMI Kalsel Aji Setiono.

Bahkan dalam kegiatan ini dibahas pula oleh narasumber antara bullying dan berita hoax, bagi penyebarnya di media sosial. Menurut Cybercrime Diskrimsus Polda Kalsel yang diwakili Ipda Abdul Somad, penyebaran bullying di media sosial untuk seseorang termasuk hoax yang bisa diproses hukum.

Baca Juga :   AMBAPERS Tunggu Restu Kemenhub Naikkan Tarif Alur Sungai Barito

“Sama saja itu menyebarkan berita hoax, bisa dikenakan undang-undang ITE dengan ancaman hukumannya 6 tahun penjara,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kalsel Zainal Hilmi menyatakan, media yang sudah berbadan terperifikasi dan berbadan hukum diyakini kecil kemungkinannya menyebarkan berita hoax.

“Terkecuali media mainstream, seperti di medsos, itu bukan bagian dari media massa yang resmi, karena tidak valid memberikan pencerahan dan pengetahuan dengan data dan fakta,” tuturnya.

Karena itu, dia meminta semua media massa yang resmi untuk ikut berperan aktif dalam menangkal berita hoax ini, sehingga Pemilu 2019 ini berjalan lancar dan damai.

Kepala Kesbangpol Kalsel Drs H Adi Santoso mengatakan kita harus lebih memperhatikan dan membedakan berita media ataupun berita dari medsos tapi tidak bisa dipertanggung jawabkan.

“Kita harus bisa membedakan mana berita benar dengan berita Hoax. Pada umumnya berita Hoax, narasumbernya tidak jelas serta medianya juga tidak dicantumkan,’’ungkap mantan Kadis Sosial Kalsel ini.

Sementara itu, menurut Ustadz Abdul Somad mengatakan bahwa untuk pemberitaan hususnya dalam pemilu 2019 nanti, untuk bisa lebih teliti lagi dalam menerima berita yang tidak jelas sumbernya agar tidak menimbulkan masalah baru. Mengingat penyebaran beriat Hoax bisa kena ancaman pidana enam tahun penjara ataupun denda sebesar satu miliyar rupiah.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
OPERASI PATUH INTAN 2026 Polresta Banjarmasin Kerahkan 85 Personel, ETLE Dioptimalkan
SERATUS PERSONEL BKO Perkuat Penanganan Karhutla di Kalsel, Diterima Kapolda
HUJAN di Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang dan Angin Kencang

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca