SuarIndonesia – Siang itu, seorang siswa sekolah dasar di kawasan Kelurahan Pangambangan terlihat berdiri di depan pagar sekolahnya. Cukup lama ia berdiri di tengah terik matahari, tiba-tiba sebuah mobil warna hitam dengan nomor plat DA 1 A, berhenti di depannya.
Sejurus kemudian, seorang pria turun dari mobil tersebut dan langsung menemui pria kecil yang diketahui bernama Arian.
Pria itu adalah Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina. Melihat orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai menghampirinya. Arian yang merupakan anak seorang seniman Kuriding terdiam.

Tanpa dapat berkata banyak, ia hanya terlihat tersenyum saat pemimpim Kota Banjarmasin itu menyodorkan sebuah kartu nama kepadanya.
“Bila perlu bantuan, silakan hubungi saya,” ucap H Ibnu Sina kepada Arian, sambil berjalan kembali menuju mobil dinasnya.
Mengapa H Ibnu Sina menghampiri Arian, dan apakah pria kecil tersebut nantinya akan memanfaatkan kartu nama yang diberikan tadi.
Begitulah sekilas cuplikan dari salah satu adegan dalam pembuatan Film Jendela Seribu Sungai (JSS) yang salah satu pemerannya atau ‘aktor’nya adalah suami Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Hj Siti Wasilah.
Dan untuk lebih lengkapnya alur cerita film tersebut, nanti bisa disaksikan di bioskop-bioskop di seluruh Indonesia.
Pembuatan film berdurasi satu jam lebih itu, digagas oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Banjarmasin dengan menggandeng Produser Avesina Soebli, Aris Muda dan Produser Kreatif Mathias Muchus.

H Ibnu Sina ditampilkan dalam film tersebut dengan tujuan untuk memberikan spirit bagi seluruh lapisan masyarakat Bumi Kayuh Baimbai terutama para pelaku sinema dan UMKM agar selalu bersemangat dan kreatif.
Ia berharap, dengan film berjudul Jendela Seribu Sungai ini menjadi film yang berkualitas, yang sarat dengan pesan-pesan moral untuk membangkitkan kemampuan dan kehebatan seni budaya dan potensi yang ada di Kota banjarmasin dan Kalsel.
“Satu pesan pesan moral di dalam film ini adalah anak-anak kita yang punya kemampuan, kehebatan seni budaya serta potensi seribu sungai kita, sehingga anak kampung biasa, anak sungai bisa mengangkat daerahnya,’ ujar H Ibnu Sina.
Pembuatan film layar lebar Jendela Seribu Sungai terinspirasi dari sebuah novel karangan Miranda Seftiana dan Avesina. Kedua penulis novel fiksi ini merupakan putra daerah Kalsel.
Novel yang memiliki sub judul Ketika Mimpi Menyentuh jendela Sungai membawanya Menjadi Nyata tersebut diterbitkan sekira tahun 2019 lalu dan dilaunching oleh Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina.
Selain di kawasan kelurahan Pangambangan, lokasi pengambilan gambar untuk adegan dalam film terjuga dilakukan di kawasan Loksado.
Adapun para pemain yang terlibat langsung dalam pembuatan filim tersebut di antaranya Agla Arta Lidia (Bu Guru Sheila), Bimasena (Arian), Sheryl Drisanna (Bunga), Halisa Naura (Kejora) Mathias Muchus (Awat), Ariyo Wahab (Abah Arian), Baim (Damang Isman), Olla Ramlan (Uma Arian), lan Kasela (Cameo), Ajil Ditto (Arian Dewasa) Bopak Costello (Daim) Elma Istiana (Mama Bunga).
Ditargetkan film tersebut akan selesai pada Bulan desember mendatang dan akan diputar di bioskop-bioskop di Indonesia pada pertengah tahun 2023. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















