INFLASI Kalsel Melonjak, Tarif Listrik dan Harga Emas Penyebabnya

- Penulis

Senin, 9 Maret 2026 - 22:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pedagang emas di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa komoditas emas menjadi penyumbang inflasi tahunan terbesar di Indonesia sepanjang 2025 sebesar 0,79 persen yang didorong oleh tren kenaikan harga emas di pasar internasional. (Foto: Istimewa)

Pedagang emas di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa komoditas emas menjadi penyumbang inflasi tahunan terbesar di Indonesia sepanjang 2025 sebesar 0,79 persen yang didorong oleh tren kenaikan harga emas di pasar internasional. (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Inflasi di Kalimantan Selatan tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

Kondisi ini mendorong Pemerintah Provinsi Kalsel menggelar pertemuan bersama sejumlah lembaga untuk membahas langkah pengendalian inflasi daerah.

Penyumbang inflasi paling tinggi pertama listrik, kedua emas, dan selebihnya komoditas lain.

Untuk listrik secara nasional sebenarnya hampir sama karena tahun lalu ada program diskon listrik 50 persen, sehingga dalam perbandingan tahunan terlihat meningkat.

Kebijakan diskon listrik yang diberikan pemerintah pada tahun 2025 lalu serta melonjaknya pembelian emas oleh warga membuat inflasi di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada bulan Februari 2026 tercatat 0,86 persen secara bulanan (mtm).

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada di angka 0,68 persen.

Sementara secara tahunan (yoy), inflasi Kalsel mencapai 5,97 persen, juga lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 4,76 persen.

“Penyumbang inflasi paling tinggi pertama listrik, kedua emas, dan selebihnya komoditas lain.

Untuk listrik secara nasional sebenarnya hampir sama karena tahun lalu ada program diskon listrik 50 persen, sehingga dalam perbandingan tahunan terlihat meningkat,” ujar Gubernur H Muhidin saat menggelar pertemuan bersama perwakilan Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Direktorat Jenderal Perbendaharaan, serta jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) untuk membahas kondisi inflasi daerah yang tergolong tinggi secara nasional.

Pertemuan tersebut guna menindaklanjuti arahan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dengan membahas langkah pengendalian inflasi, di Banjarmasin, Minggu (8/3/2026).

Gubernur menambahkan, komoditas emas juga menjadi perhatian karena tingginya minat masyarakat Kalsel terhadap emas perhiasan.

Baca Juga :   KOBARAN API Turut Hanguskan Rumah Dua Lantai di Belakang Kantor PAN Kalsel

“Di Kalsel ini daya beli masyarakat terhadap emas perhiasan cukup tinggi, bahkan inflasinya lebih tinggi dibandingkan nasional,” katanya.

Untuk itu, H Muhidin mengimbau masyarakat agar lebih mempertimbangkan jenis investasi emas yang dipilih.

H Muhidin juga menjelaskan, angka yoy, seandainya tidak ada diskon listrik pada Februari 2025 dan tanpa perubahan harga emas, inflasi di Kalsel diperkirakan hanya sebesar 1,87 persen.

Di sisi lain, kontribusi inflasi dari sektor pangan dinilai relatif kecil. Pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H dalam kondisi cukup.

“Untuk pangan relatif rendah. Stok bahan pokok di Kalsel juga cukup menjelang lebaran sehingga diharapkan harga tetap stabil,” kata Muhidin.
Ia juga menilai tingginya minat masyarakat membeli emas berkaitan dengan kondisi ekonomi daerah yang cukup baik.

“Perekonomian Kalsel cukup bagus dan berada di atas nasional, sehingga daya beli masyarakat meningkat, termasuk dalam membeli emas,” ujarnya.

Sejalan, Kepala BPS Kalsel, Mukhamad Mukhanif menyebutkan, komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi di Kalsel selain listrik dan emas antara lain beras, daging ayam ras, serta sigaret kretek mesin.

BPS juga mencatat bahwa harga emas perhiasan dalam setahun terakhir mengalami kenaikan hingga 78,99 persen, sehingga memberikan kontribusi besar terhadap inflasi di Kalsel.

Pemprov Kalsel bersama lembaga terkait akan terus berkoordinasi guna menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di Kalsel. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

RATUSAN SOPIR TRUK dengan Armadanya Bereaksi, Dugaan BBM Biosolar Dilarikan ke Perusahaan Tambang di Kalsel
MASSA “SERBU” Kantor Gubernur Kalsel soal Distribusi-Pengawasan BBM Subsidi dan Keterbukaan Data Pertamina
TERDAKWA Pecatan Polisi, Pembunuh Mahasiswi ULM “Lolos” dari Hukuman Lebih Berat
AKSI MASSA di Gedung DPRD Kalsel, Soroti MBG dan Nasib Guru Honorer
HEBOHKAN DUGAAN PEREKAMAN Diam-diam di Toilet Pasar Sentra Antasari
DIPERCEPAT Penyelesaian dan Penetapan Batas 1.871 Desa di Kalsel
DITERAPKAN Transaksi Nontunai di Seluruh Desa Kalsel
LINDUNGI GAGAL PANEN, 6.740 Hektare Pertanian Diasuransikan

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:58

RATUSAN SOPIR TRUK dengan Armadanya Bereaksi, Dugaan BBM Biosolar Dilarikan ke Perusahaan Tambang di Kalsel

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:52

MASSA “SERBU” Kantor Gubernur Kalsel soal Distribusi-Pengawasan BBM Subsidi dan Keterbukaan Data Pertamina

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:51

MENKES: Label Nutri-Level untuk Pilih Makanan-minuman Sehat

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:01

TANGAN TERBORGOL, Eks Pejabat Kejari HSU Digiring ke Ruang Persidangan Tipikor Banjarmasin

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:33

ERA BARU Logistik Polri Semakin Modern untuk Menunjang Pelayanan kepada Masyarakat

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:20

PRESTASI GEMILANG di Tingkat Nasional, Kapolda Kalsel “Diganjar Penghargaan” dari Kapolri

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:00

SOSOK PRIA Videonya Viral, Khalikin Buka Suara dan “Gentlemen” Minta Maaf ke Publik

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:23

SERATUS DRIVER SKPD Pemprov Dilatih Ditlantas Polda Kalsel Keterampilan Safety Driving di SDC Banjarbaru

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca