IKON KETUPAT “Raksasa” di Banjarmasin Tumbang, Padahal Proses Penyelesaian

SuarIndonesia – Mengejutkan dikala hujan disertai angin kencang melanda Kota Banjarmasin pada Kamis (17/11/22) petang, membuat bangunan Tugu Ketupat ‘raksasa” (ukuran sangat besar) di kawasan Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah, ini tumbang.

Padahal bangunan masih proses pengerjaan itu menjadi tontonan warga sekitar.

Diketahui, kawasan tersebut masih proses penyelesaian pengerjaan oleh pihak ketiga bersama Pemko Banjarmasin.

Ikon Ketupat di kawasan Siring Sungai Baru itu roboh sekitar pukul 18.30 Wita. Seorang warga yang tak mau disebutkan namanya mengaku, saat kejadian dirinya berteduh di area taman disekitar situ.

Lalu, terdengar bunyi dentuman keras yang membuat bangunan yang diperkuat tiang rangka besi dan unsur bambu itu ambruk diterpa angin kencang.

“Saat itu berteduh, pas ada badai hujan dan angin deras tadi, tiba-tiba ada suara sangat keras. Saat dilihat ternyata bangunan ketupat itu roboh,” ungkapnya.

Dia bilang, biasanya pada petang hingga malam hari kawasan Siring Kampung Ketupat itu ramai dengan warga yang bersantai. Namun, karena hujan deras membuat kawasan itu sepi.

“Untung saja tadi pas hujan jadi sepi di siring itu, biasanya banyak orang,” ujarnya.

Sekadar diketahui, proyek Bangunan Kampung Ketupat ini dikerjasamakan dengan pihak ketiga yakni dengan PT. Juru.id yang ditandatangani bersama pemko Banjarmasin pada 1 Agustus 2022.

Lantas atas kejadian tersebut, pihak Juru.id pun mengeluarkan siaran pers.

Melalui siaran persnya, Head of Business Development PT. Juru Supervisi Indonesia, M. Wahyu B. Ramadhan mengatakan, kejadian robohnya struktur Ikon Ketupat di kawasan Kampung Ketupat tidak menimbulkan korban jiwa.

“Alhamdulillah tidak ada korban baik luka maupun jiwa,” tulisnya dalam siaran pers, Kamis, (17/11/22) malam.

Menurut pihaknya, sampai terjadinya robohnya bangunan ikon ketupat itu, proses pembangunan memang sedang berjalan dan belum diserahterimakan dari pihak kontraktor pelaksana ke PT. Juru Supervisi Indonesia.

Selain itu, dugaan sementara penyebab robohnya bangunan ikon ketupat dikarenakan adanya angin yang sangat kencang yang menghantam area tersebut. “Sementara pekerjaan struktur sedang dalam proses pengerjaan sehingga kekuatan struktur belum benar-benar sempurna,” ungkapnya.

Beruntung bangunan lain di area Kampung Ketupat alhamdulillah tidak terdampak oleh kejadian ini.

Pasca kejadian, pihak kontraktor pelaksana sedang melakukan kegiatan pembersihan area dan segera akan melakukan pembangunan kembali.

“Dengan harapan tidak terulang kembali kejadian ini dan seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal di akhir Desember 2022,” ucapnya. (DO)

 15,764 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.