Suarindonesia – Hutan Kota Miniatur Hutan Hujan Tropis (MH2T) milik Pemprov Kalsel merupakan upaya penanganan lahan kirits dan juga sebagai upaya melestarikan tanaman endemik Kalsel khususnya jenis Ulin dan Meranti yang sudah jarang ditemukan.
“Hingga akhir triwulan 1 tahun 2019 sudah tertanami 55 hektare, sisanya kita selesaikam hingga 2020.
Yang sudah ditanam 750 Ulin dan 2.810 Meranti,” beber Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, Selasa (30/7).
Sementara itu, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor menyebut dalam rangka mengurangi laju degradasi hutan dan lahan salah satu program andalan pemprov adalah gerakan revolusi hijau.
Dikatakannya, gerakan ini bertujuan untuk menggerakkan seluruh komponen rakyat di Kalimantan Selatan agar peduli terhadap lingkungan melalui kegiatan penanaman.
Disebut, gerakan revolusi hijau mendapatkan dukungan dari berbagai komponen masyarakat termasuk dewan perwakilan rakyat daerah dengan melanjutkan peraturan daerah.
Untuk mendukung gerakan revolusi hijau pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kehutanan membangun miniatur hutan hujan tropika di kawasan perkantoran pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
“Komitmen kami untuk memelihara kekayaan hutan tropis Kalimantan dan sekaligus memperbaiki kondisi paru-paru dunia yang mulai mengalami kerusakan, hutan hujan tropika yang dibangun pada lahan seluas 90 hektar ini ditanami jenis meranti dan ulin serta jenis pohon hutan tropis lainnya.
Pengayaan jenis-jenis endemik akan terus kita laksanakan sehingga menyatu telah mencerminkan hutan hujan tropis yang seutuhnya,” ungkapnya. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















