HAUL GURU ZUHDI Ditiadakan untuk Umum

HAUL GURU ZUHDI Ditiadakan untuk Umum

 

SuarIndonesia – Peringatan haul akbar perdana di kubah KH Ahmad Zuhdiannor atau Guru Zuhdi resmi ditiadakan untuk umum oleh pihak keluarga. Pemberitahuan tersebut diumumkan Yayasan Majta Banjarmasin melalui surat resmi bertanggal 25 Maret 2021.

Merujuk isi surat, alasan meniadakan kegiatan haul akbar di kubah tersebut lantaran saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19.

“Karena adanya pandemi dan menghindari kerumunan massa sesuai peraturan pemerintah maka acara Haul ke-1 Guru KH Ahmad Zuhdiannor di kubah beliau ditiadakan untuk umum. Mohon dimaklumi dan dimengerti,” tulis isi surat.

Pemberitahuan surat tersebut juga ditandatangani langsung oleh kedua saudara kandung Almarhum Guru Zuhdi, yakni Guru Muhammad As’ad dan Zulkifli.

Selain meniadakan peringatan haul akbar perdana yang jatuh pada bulan Ramadhan 1442 Hijriah nanti, pihak keluarga juga akan membatasi kubah Guru Zuhdi untuk umum.

Tidak hanya itu, surat tersebut juga menuliskan adanya pembatasan waktu bagi warga untuk berziarah ke makam ulama kharismatik yang dikenal dengan nama Abah Haji itu.

Selama bulan suci Ramadhan, kubah ditutup mulai pukul 16.00 sampai 22.00 WITA. Termasuk juga pada Hari Minggu (28/3/2021) mendatang.

“Mari kita saling berusaha menjaga sikap dan perilaku untuk tidak melakukan sesuatu yang bisa berdampak negatif untuk banyak orang,” imbau surat tersebut.

Sekadar mengingatkan, KH Ahmad Zuhdiannor atau yang akrab disapa Guru Zuhdi wafat pada Sabtu (2/5/2020) atau bertepatan 9 Ramadhan 1441 Hijriah.

Semasa hidupnya, ulama yang dikenal kharismatik tersebut kerap mengisi beberapa pengajian rutin, seperti di Masjid Jami Banjarmasin, Masjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin dan Masjid Ar-Raudah Sungai Andai.

Pembawaan yang santun serta kerap diiringi candaan membuat setiap pengajian Guru Zuhdi selalu dipadati para jamaah. Bahkan hingga almarhum wafat, ribuan jamaah turut mengantarkan jenazah sang ulama untuk kali terakhir.

Salah seorang warga yang selalu mengikuti majelis beliau, Ahmad Suryanoor mengaku mengaku merasa cukup sedih, karena tidak bisa melaksanakan haul pertama sang guru secara langsung di kubah beliau bersama jamaah lainnya.

Namun ia tetap memaklumi dengan keputusan yang diambil oleh pihak Majta, yang tujuan untuk kebaikan bersama.

“Cukup sedih sih. Karena ini haul pertama beliau. Tapi kita pahami saja maksud dari panitia untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ucap warga Jalan Teluk Tiram.

Pemuda dengan sapaan Rian itu menuturkan, lantaran adanya pandemi, ia pun rencananya akan menggelar haulan kecil bersama keluarga dan menghadiri haulan yang digelar oleh majelis lainnya.

Bahkan dalam waktu dekat, Ia berencana kembali menziarahi makam sang guru sebagai rasa pelepas rindu.

“Insya Allah kita kerjakan haul di rumah saja bersama keluarga. Yakin saja apa bacaan-bacaan yang kita hadiah kan untuk beliau itu sampai,” harapnya. (SU)

 137 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: