SuarIndonesia – Pemprov Kalsel memastikan delapan warga negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan pemerintah pusat dari China untuk menghindari terpapar virus corona, akan dilepaskan dari karantina di Natuna, Sabtu (15/2) ini.
Kendati demikian, sesuai prosedur Pemprov Kalsel tidak akan menjemput ke delapan warga yang akan dibebaskan pemerintah pusat dari Bandara Halim Perdana Kesuma tersebut.
Dijelaskan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Abdul Haris Makkie, proses pemulangan ke 8 warga Kalsel tersebut seperti yang beredar di media sosial.
Melalui media sosial berembus kabar masing-masing kepala daerah akan menjemput warga yang dipulangkan dari Natuna melalui Bandara Halim Perdana Kusuma.
“Memang benar mereka akan dipulangkan, tapi tidak ada perlakukan khusus. Justru aneh kalau diperlakukan khusus karena mereka sudah sehat,” ujar Haris, Jumat (14/2).
Sementara itu, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalsel, Heriansyah, menambahkan dari 8 WNI asal Kalsel akan pulang secara mandiri setelah diantarkan pemerintah pusat sampai Bandara Halim.
Heri menyebut, karena semuanya sudah dinyatakan sehat maka tidak diberlakukan perlakuan khusus lagi.
“Mereka juga dibekali surat keterangan sehat yang diberikan Kementerian Kesehatan, karena sudah sehat tidak ada perlakuan khusus lagi selayaknya masyarakat biasa mereka bisa membaur,” ujar Heri.
Disebutkannya, berdasarkan informasi tidak semuanya pulang ke Kalsel. “Informasi yang kami terima 7 orang pulang ke Kalsel, 1 orang ke Surabaya,” bebernya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















