HALTE BUS Trans Banjarbakula Banyak-Jaraknya Dekat Dikeluhkan, Begini Pernyataan Kadishub Kalsel

- Penulis

Rabu, 14 Mei 2025 - 01:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Para  Sejumlah sopir angkutan umum di Martapura, mengeluh.

Terkait banyaknya halte/bus stop Trans Banjarbakula.
Keluhan sejumlah sopir jarak antar halte terlalu dekat.

Kondisi itu membuat peluang mendapatkan penumpang semakin berkurang.

Jika dihitung, jumlah halte/bus stop dari batas kota Martapura-Banjarbaru mencapai 10 titik.

Mulai dari depan SMPN 3 Martapura. Lalu di depan Guest House Sultan Sulaiman. Tak jauh dari sama tepatnya depan Pasar Sekumpul satu halte lagi.

Selanjutnya bergeser ke depan SMPN 1 Martapura, lalu depan SMAN 1 Martapura. Halte selanjutnya di depan Bank Kalsel Martapura lalu depan kantor Bupati Banjar.
Kemudian, depan Indomaret seberang pasar Batuah Martapura.

Selanjutnya di depan Gang Assalam dan terakhir di Ponpes Darussalam Martapura.

Begitupula arah sebaliknya dari Martapura ke Banjarbaru. Posisi halte berseberangan atau sedikit bergeser.

Sejumlah sopir angkutan umum berharap jarak halte tidak terlalu dekat.
Dengan begitu peluang mendapatkan penumpang masih terbuka.

Jika terlalu dekat, maka penumpang lebih memilih menggunakan bus yang notabene lebih nyaman dilengkapi pendingin ruangan.

Pemerintah Kabupaten Banjar memang sudah memfasilitasi keberadaan sopir angkutan umum.
Dengan menjadikan angkutan feeder. Rutenya baru ada dua.

Arah ke simpang 3 Bincau melewati Jalan Sekumpul.
Serta arah ke Cindai Alus.

“Belum semua sopir angkot yang diberdayakan jadi angkutan feeder. Baru 20 armada dari total kurang lebih 50an.

Sebagian masih mencari penumpang di jalan,” ujar Fathur, salah satu sopir angkutan umum.

Baca Juga :   DITINJAU Gubernur Muhidin dan Forkopimda PLTU Asam-asam

Sejumlah sopir berharap ada kebijakan pemerintah. Terkait jumlah halte. Jaraknya diperpanjang.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel, M. Fitri Hernadi, menyatakan titik halte atau bus stop berdasarkan kajian.
Menurutnya, jika dalam jarak 2 kilometer (km) tidak ada halte maka pelayanan kepada masyarakat tidak maksimal.

“Kalau jaraknya jauh kesian penumpang jalan kaki,” ujar Fitri, Selasa (13/5/2025).

Ia menyebut halte didirikan berdasarkan survey. Jika pada titik tertentu terdapat fasilitas publik seperti rumah sakit, sekolah, rumah sakit, pasar, dan lainnya maka di sana disiapkan halte atau bus stop.

“Jika sekolah berdekatan dengan pasar maka halte digeser ke titik yang lebih dekat dengan pasar,” ujarnya.

Ia menambahkan pihaknya siap menggeser atau menghikangkan halte.

Dengan catatan ada kajian terbaru dari Dishub setempat. Jika dari kajian kurang ideal maka titik halte bisa digeser.

“Kami siap menggeser halte jika ada kajian dari Dishub setempat. Dulu izin halte di Kementerian. Sekarang di kita sudah bisa,” tutupnya.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
RIBUAN JEMAAH Padati Kubah pada Peringatan Haul ke-80 Habib Basirih
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian
MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:01

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:52

GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:40

KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:20

OPERASI PATUH 2026: Fokus Tertibkan Lawan Arus di Titik Rawan

Berita Terbaru