GURU Wildan Salman Bacakan Manakib Datu Kalampayan

Bagikan :
GURU Wildan Salman Bacakan Manakib Datu Kalampayan

SuarIndonesia – KH. Muhammad Wildan Salman, membacakan manakib Syekh Muhammad Arsyad Albanjari atau Datu Kalampayan pada peringatan Haul ke 216, di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Kamis (12/5/2022).

Dikatakan Guru Wildan, tujuan mendengarkan manakib antara lain untuk menjadi contoh (ittiba) dan mengambil pelajaran dari perilaku tokoh yang bersangkutan.

Datu Kalampayan yang lahir pada 17 Maret 1710 ini merupakan ulama besar dunia bidang fiqih bermazhab Syafi’i, berasal dari kota Martapura Kabupaten Banjar, Kalsel.

Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari masuk lingkungan istana Banjar pada usia 7-8 tahun.

Muhammad Arsyad tumbuh menjadi anak yang berakhlak mulia, ramah, penurut, dan hormat kepada yang lebih tua.

Seluruh penghuni istana menyayanginya dengan kasih sayang. Sultan sangat memperhatikan pendidikan Muhammad Arsyad, karena sultan mengharapkan Muhammad Arsyad kelak menjadi pemimpin yang alim.

Manakib Datu Kelampayan menjelaskan kiprah dan sumbangsih ulama yang saat ini diusulkan sebagai Pahlawan Nasional, termasuk terbentuknya lembaga peradilan (yudikatif) di kalangan istana saat itu.

Suasana khidmat mengisi haul ulama banua yang berperan besar dalam penyebarluasan islam di Kalimantan.

Jemaah yang hadir tak hanya dari Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Banjar, Barito Kuala saja, namun juga jemaah yang rela berhadir dari wilayah banua anam (Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Tabalong).

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor atau Paman Birin membaur dengan para ulama yang hadir. Ia pun nampak khusyuk mengikuti proses rangkaian haul dari awal hingga akhir.

Para ulama masyhur di banua berkumpul memperingati Haul Datuk Kalampayan. Selain KH. Muhammad Wildan Salman, juga ada KH. Muhammad Hatim Salman, Habib Ali bin Abdullah Alaydrus, KH Muaz Hamid, KH Hasanuddin Badruddin, KH Mukri Yunus, Guru H Muhammad Syarie, serta tokoh masyarakat, dan para santri. (RW)

 42 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.